Selasa, Mei 28, 2024

Mau Tahu Resep Masak Nasi agar Wangi, Coba Cara Ini…

bakarr
Inilaha cara memasak tardisional yang masih dilakukan warga di Kabupaten Kaur.

Kaur, kupasbengkulu.com – Dizaman yang serba modern ini berbagai macam tekhnologi canggih yang diproduksi untuk memudahkan kerja manusia. Tidak terkecuali dengan alat-alat dapur atau alat memasak yang saat ini diciptakan secanggih mungkin, cepat dan praktis.

Namun, disisi lain sebagian masyarakat yang masih awam dengan tekhnologi tersebut dan merasa takut untuk menggunakannya. Salah satunya alat dapur kompor gas dengan magic com.

Di Kabupaten Kaur khususnya daerah yang terpencil, bahkan di Kecamatan Kota Bintuhan, masih banyak kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang masih enggan menggunakan kompor gas dan magic com, atau tempat memasak nasi dengan menggunakan listrik.

Mereka tidak ingin menggunakan alat ini, dengan alasan takut dengan gas kompor yang sering diberitakan bisa meledak dan membakar rumah. Sedangkan untuk pemakaian magic com adalah nasi tidak lagi wangi seperti dimasak dengan cara tradisional. Oleh sebab itulah IRT ini memilih memasak nasi, dengan cara tradisional.

Cara apakah yang digunakan kalangan IRT itu? Ya, mereka menggunakan tungku yang memakai kayu bakar. Seperti yang dilakukan salah seorang IRT warga Bintuhan Kartini (58).

Setiap hari, Kartini selalu memasak nasi, sayur atau gulai, memasak air dan lainnya dengan menggunakan tungku berbahan kayu bakar ini.

“Setiap hari saya selalu memasak nasi menggunakan periuk dibakar diatas tungku dengan kayu bakar, karena rasa dan bau nasi dimasak dengan menggunakan listrik dan api kayu bakar ini sangat berbeda dan jauh lebih wangi nasi yang dimasak dengan api kayu bakar. Saya takut menggunakan kompor gas, karna saya sering mendengar gas itu bisa meledak, apalagi harga gasnya juga mahal. Kalau pakai puntungkan kita bisa nyari sendiri, dan tidak bayar,” kata Kartini, Sabtu (17/01/2015).

Selain berbeda bau nasinya, memasak dengan menggunakan periuk ini membuat nasi berkerak atau nasi dibagian paling bawah periuk mengeras sehingga membentuk kerak yang garing. Biasanya kerak ini dijemur sekering mungkin dan kemudian bisa dijadikan kerupuk dengan cara digoreng terlebih dahulu.

“Dibagian paling bawak periuk itu nasinya berkerak, kerak ini biasa kami jemur kering-kering untuk dijadikan kerupuk kerak, setelah itu baru digoreng,” demikian Kartini.(mty)

Related

Sebanyak 9 KPM Desa Suka Mulya Terima BLT-DD Tahap II

Sebanyak 9 KPM Desa Suka Mulya Terima BLT-DD Tahap...

Pemprov Dukung Era Society 5.0 Dalam Upaya Menyiapkan SDM Berdaya Saing

Pemprov Dukung Era Society 5.0 Dalam Upaya Menyiapkan SDM...

Kabupaten Lebong Raih Digital Government Award 2024 di Jakarta

Kabupaten Lebong Raih Digital Government Award 2024 di Jakarta ...

Kades Talang Rendah Sulit Dikonfirmasi Usai Bantuan Pengadaan Unggas Ditolak Warga

Kades Talang Rendah Sulit Dikonfirmasi Usai Bantuan Pengadaan Unggas...

Lebong Meraih Penghargaan Sebagai Kabupaten Terbaik Se-Sumatera dalam Digitalisasi SPBE

Lebong Meraih Penghargaan Sebagai Kabupaten Terbaik Se-Sumatera dalam Digitalisasi...