oleh

Melirik Dunia Malam Obyek Wisata di Kota Bengkulu

malammalam
Foto Ilustrasi, Doni WP kupasbengkulu.com

kupasbengkulu.com – Siapa tak kenal jalan Pariwisata yang tak lain tempat obyek wisata di Kota Bengkulu? Semua anak tonkrongan pasti mengenal jalan, yang berdenyut hidup 24 jam itu. Jalan Pariwisata di kawasan ini bagai jalan yang tak pernah mati.

Sepanjang pagi hingga petang, menjadi pusat lalu-lalang orang, yang bepergian dengan mengendarai kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Selepas petang hingga dini hari menjadi pusat rekreasi dan tempat nongkrong kaula muda Bengkulu.

”Kalau malam di sini (obyek wisata,red), ramai ya?,” tanya seseorang teman, Efendi.

Malam itu, langit Kota Bengkulu dipenuhi dengan Bintang yang berhamburan tak beraturan. Diiringi dengan sinar Bulan yang redup. Angin yang berhembus sepoi- sepoi membuat suasana lebih hidup. Setiap hembusannya menusuk ke setiap sela- sela pori-pori tubuh. Ditambah lagi, pemandangan alam yang disuguhi serta suara dentuman ombak  yang tak hentinya bergerak menuju tepi pantai. Aaahhhh… alangkah indahnya. That’s why i love beach…

Namun, bukan karena itu saja obyek wisata menjadi terkenal, sebab ada sisi lain kehidupan yang berdenyut di sekitar obyek wisata itu. yakni, makanan kaki lima,
tongkrongan club motor, club mobil, hingga wartawan pemburu berita menunggu adanya peristiwa di jalan itu. Bahkan, adanya hiburan sepeda ‘lampu’ yang bisa dinikmati saat malam hari.

Menjelang tengah malam di sudut jalan Pariwisata, terlihat perempuan muda berkumpul bersama beberapa pria di tepi pantai diatas pemecah gelombang. Mereka berpenampilan seksi dan menampilkan keceriaan, sambil mengisap rokok serta menyapu pandangan ke arah mobil mewah yang berlalu. Mereka seolah-olah tidak ada beban jika, waktu sudah larut malam. Canda gurau yang terlontar seolah-olah dunia malam itu menjadi milik mereka.

Tidak hanya di satu titik, kalangan anak muda menghabiskan waktu malam panjang itu. Mayoritas disepanjang obyek wisata yang memiliki panjang sekitar 6 kilometer itu, di ‘kuasai’ anak muda.

”Sudah larut malam masih ada saja yang nongkrong di sini,” kata Efendi.

Sempat terceletuk, dari teman lainnya, Isnare, jika setiap malam minggu. Kalangan Anak Baru Gede (ABG) yang ‘galau’ mencari ‘mangsa’ di wilayah tersebut. Hanya ‘modal’ berupa minuman seadanya, bisa mendatangi sosok perempuan’Nakal’ untuk menghabiskan malam bersama.

”Ada-ada saja wanita ‘galau’ di wilayah ini yang membutuhkan hiburan,” ucap Isnare.

Tak terasa jam menunjukkan, sekitar pukul satu dini hari. Namun, aktivitas di sepanjang wilayah itu masih tetap saja seperti ‘Kota Besar’. Ini tentunya salah satu bentuk, perubahan dan perkembangan Kota Bengkulu yang kian hari kian berkembang dan maju.

Penulis : D. Fajrie, Kota Bengkulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fourteen + 16 =

News Feed