oleh

Memilukan, Tujuh Tahun Jadi Korban Seksual Bapak Kandung

Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

kupasbengkulu.com – Betapa memilukan nasib Kuntum (15) bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Selupu Rejang, Rejang Lebong ini. Betapa tidak, ayah kandungnya sendiri Mu (39), yang seharusnya menjaganya, malah merusak kehormatannya. Tidak hanya sekali, bahkan perlakuan ini dilakukannya sejak tujuh tahun yang lalu.

Parahnya lagi, Kuntum selalu diberi pukulan dan tendangan, bila mencoba menolak ajakan berhubungan badan oleh ayahnya. Ironisnya, kejadian ini justru terjadi ketika Kabupaten Rejang Lebong merayakan Hari Anak Nasional, dan mendeklarasikan stop kekerasan terhadap anak!

Kisah ini akhirnya terkuak, ketika Kuntum ditemani ibunya melaporkan kelakukan amoral ayah kandungnya ke Mapolsek Curup, Senin (18/8). Ketika ditanyakan secara detail oleh petugas, ia tampak seperti ling-lung, diyakini sebagai efek traumatik akibat perlakuan kekerasan dan pelecehan seksual oleh ayahnya.

Petugas awalnya menyangsikan keterangan Kuntum dan ibunya, mengingat tidak mungkin ada seorang ayah yang tega melakukan hal seperti itu. Namun, hasil visum menunjukkan bahwa selaput dara Kuntum sudah rusak. Ditambah lagi, ada beberapa tanda bekas terjadi kekerasan.

Berdasarkan laporan dari Kuntum dan ibunya, polisi segera memburu pelaku. Tidak butuh waktu lama, pukul 01.15 dinihari, Selasa (19/8/2014), pelaku berhasil dibekuk di rumahnya. Pelaku sempat mempertahankan diri, namun justru itulah yang membuat pisau yang digunakannya menjadi barang bukti tambahan.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Edi Suroso, SH melalui Pelaksana Harian (Lakhar) Kapolsek Curup, AKP. Karmin, ketika dikonfirmasi mengatakan memang sempat ada perlawanan, namun bisa diatasi.

“Pelaku diamankan karena pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak, selain pelaku, kita juga mengamankan barang bukti tambahan yakni pisau,” pungkasnya.(vai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × 1 =

News Feed