oleh

Mencekam, Puluhan Aparat Kepolisian Disiagakan

DIAMANKAN : Aparat Kepolisian kembali mengamankan sejumlah pelajar yang diduga bakal menggelar tawuran, Sabtu (18/1/2014)
DIAMANKAN : Aparat Kepolisian kembali mengamankan sejumlah pelajar yang diduga bakal menggelar tawuran, Sabtu (18/1/2014)

kupasbengkulu.com – Lagi, sebanyak 10 pelajar dari SMKN 2 Kota Bengkulu, Sabtu (18/1/2014) sekitar pukul 10.31 WIB diamankan aparat kepolisian. Penangkapan tersebut diduga pelajar ingin kembali melakukan serangan ke SMAN Plus 7 Kota Bengkulu.

Pelajar yang diamankan tersebut ditemukan saat berkumpul di sekitar areal SMKN 2. Secara keseluruhan pelajar langsung di giring ke atas mobil Sabhara Polres Kota Bengkulu.

Suasana berbeda, saat ini di sekitar areal SMAN Plus 7 masih mencekam. Pasalnya, pelajar yang diduga dari SMKN 2 sudah menyambangi sekitar SMAN Plus 7. Spontan, warga setempat yang sempat melihat berteriak. Membuat aparat kepolisian yang sebelumnya telah disiagakan berupaya mengejar pelajar.

Sayangnya, dalam aksi kejar-kejaran tersebut. Pelajar yang diduga berasal dari SMKN 2 berhasil meloloskan diri.

Pengamanan di sekitar areal SMAN Plus 7 tidak kurang puluhan aparat kepolisian dari Polres Kota Bengkulu diterjunkan ke lokasi. Penerjunan aparat kepolisian tersebut, disebar dua arah. Baik dari arah depan sekolah maupun belakang sekolah. Tidak hanya itu, aparat yang diterjunkan dipersenjantai dengan pentungan.

Sementara itu, suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN Plus 7 menjadi terganggu. Dari pihak sekolah pun memulangkan Siswa/i SMAN Plus 7 sekitar pukul 11.16 WIB di pulangkan.

Tak hanya itu, sebagian walimurid masih merasa khawatir terhadap kejadian di SMAN Plus 7. Sehingga saat pulang, walimurid menjemput ke sekolah.

Kepala Sekolah SMAN Plus 7 Kota Bengkulu, H Nismah mengimbau, agar siswa/i SMAN Plus 7  langsung pulang ke rumah. Selain itu, ia mengajak, agar siswa tidak melintasi jalan yang sepi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

”Saya harap siswa jangan mudah terpropokasi. Dan hindari melintas jalan di tempat yang sepi,” harap Nismah, Sabtu (18/1/2014).

Secara terpisah, salah seorang wali murid, Marjohan masih mencemaskan keberadaan anaknya yang bersekolah di SMAN Plus 7. Sehingga dirinya rela untuk menjemput secaraangsung ke sekolah.

”Kami masih khawatir saja. Makanya saya rela untuk menjemput anak saya ke sini,” imbuh Marjohan.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed