oleh

‘Mendadak Umroh’ Siapkan 100 Tiket Gratis

Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE, dalam rapat bersama Kepala Kemenag, KUA, dan Camat se-Kota Bengkulu dalam rangka mensukseskan program mendadak umroh, yang digelar pada Kamis (23/01/2014).
Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE, dalam rapat bersama Kepala Kemenag, KUA, dan Camat se-Kota Bengkulu dalam rangka mensukseskan program mendadak umroh, yang digelar pada Kamis (23/01/2014).

kupasbengkulu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tampak makin serius dalam menjalankan Program 8 Tekad Bengkulu ku Religius. Hal ini ditandai dengan kesiapan Pemkot memberikan ‘stimulus’ kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Bengkulu, salah satunya dengan membagikan 100 tiket umroh gratis di tahun 2014 ini.

Seperti disampaikan Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE, dalam rapat bersama Kepala Kemenag, KUA, dan Camat se-Kota Bengkulu, yang digelar pada Kamis (23/01/2014). Menurutnya stimulan ini penting untuk membangkitkan semangat masyarakat.

“Dalam tahun 2014 ini kita akan susun dan sosialisasikan program 8 Tekad Bengkulu ku Religius. Pemerintah akan bagikan 100 tiket umroh gratis atau disebut ‘Program Mendadak Umroh’. Setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama,” ujar Helmi.

Dalam mensukseskan program ini, dikoordinir Kemenag, akan menyusun tim Bengkulu ku Religius di setiap kecamatan, yang berasal dari 8 elemen masyarakat, antara lain TNI, Polri, PNS, Risma, pengurus Masjid, RT, BMA, dan masyarakat umum.

“Setiap kecamatan akan ada tim yang akan dikukuhkan dan diberikan SK untuk menjalankan program ini. Anggota tim terbaik nantinya akan dilombakan untuk memenangkan tiket umroh gratis dari pemerintah,” kata Helmi lagi.

Dalam program ini, tolak ukur yang digunakan Pemkot adalah masjid. Penilaian meliputi kelengkapan masjid, kebersihan, kerapian, program masjid, dan yang terpenting adalah keaktifan masyarakat dalam menjalankan perintah agama secara berjamaah.

“Kita akan lihat masjid mana yang terbaik dalam menjalankan program religius, hal itu bisa dilihat dari kegiatan yang ada di masjid tersebut. Di samping itu, di setiap kecamatan juga harus ditentukan satu masjid yang dijadikan titik kumpul untuk proses evaluasi program di kecamatan tersebut. Sehingga program ini terkontrol,” tambahnya lagi.

Walikota berharap, program ini akan segera terealisasi dengan baik, serta diimbau kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam rangka mensukseskan program tersebut.(val)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed