oleh

Mengapa Ekonomi Bengkulu Tumbuh Lamban?

K
Christin Sidabutar paparkan mengapa ekonomi Bengkulu lamban

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Deputi Bank Indonesia Tim Keuangan dan Ekonomi Perwakilan Bengkulu, Christin Sidabutar memaparkan  alasan ekonomi Bengkulu tumbuh lebih lamban dibanding daerah lainnya.

Dikatakan Christin dikantornya, daya beli masyarakat yang masih dalam kategori pesimis, merupakan  salah satu faktor utama terjadinya kelambanan, selain tingkat penduduk miskin yang masih tergolong cukup tinggi.

“Pemulihan kita relatif lamban, karena memang kalau kita lihat di Sumatera saja, kita memiliki daya beli yang relatif rendah. Daya beli kita berkisar diantara 90-100. Nah, untuk ukurannya sendiri, kalau 100 itu wajar. Diatas 100 kita optimis, dan dibawah 100 masuk kategori pesimis. Kita jarang sekali berada pada level optimis,” papar Christin.

Sementara itu, prosentase tingkat penduduk miskin yang masih berada di kisaran 17 persen hingga18 persen. Menurut Deputi BI perwakilan Bengkulu ini,  sangat rentan terhadap ‘shock’ saat terjadi permasalahan perekonomian, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kita inikan penduduk miskin. Kita ada di kisaran 17-18 persen. Angka kemiskinan seperti ini artinya, seperti itulah jumlah penduduk yang rentan shock saat ada masalah perekonomian. Ini juga yang menyebabkan, kenapa pertumbuhan ekonomi kita melamban. Orang sudah mulai membaik,  kita baru proses pemulihan,” jelasnya Christin, disela kesibukannya.

Bank Indonesia saat ini tengah berusaha mendorong mesin ekonomi yang produktif, guna peningkatan daya beli masyarakat yang lebih kuat, selain mengharapkan pada 2016 ini, perekonomian Bengkulu bisa pulih seutuhnya.

“Kita mesti mendorong mesin-mesin ekonomi kita yang produktif,  supaya ada penghasilan tambahan masyarakat.  Agar meningkatkan daya beli yang lebih kuat dan mudah-mudahan di  tahun 2016 ini, kita bisa pulih seutuhnya. Meskipun daerah lain sudah melalui ini,” punkas Christin. (bii)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed