Minggu, November 27, 2022

Mengapa Makanan Tradisional Lebih Sehat dari Fast Food?

Baca selanjutnya

ilustrasi/istimewa
ilustrasi/istimewa

kupasbengkulu.com- You are what you eat atau ‘Anda adalah apa yang Anda makan’, sepertinya prinsip ini sudah terbukti secara ilmiah. Beberapa penelitian membuktikan bahwa makanan yang buruk, seperti makanan kaya lemak jenuh dan sedikit serat, ditambah jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko Anda dalam mengalami berbagai penyakit seperti penyakit jantung. Namun ternyata makanan yang Anda konsumsi tidak hanya berpengaruh pada terjadinya penyakit, tapi juga berpotensi dalam menjaga kesehatan mental Anda.

Gangguan psikiatri seperti depresi dan cemas merupakan sebuah kelainan yang melibatkan gangguan pada senyawa kimia dalam otak, setidaknya itu yang telah kita ketahui saat ini. Pengobatan yang sudah digunakan umumnya adalah pengobatan yang mengubah metabolisme atau jumlah senyawa kimia di otak. Namun sebuah prospek pendekatan pengobatan baru ditemukan yaitu berupa pola makan.

Penelitian yang mempelajari hubungan antara diet dan kesehatan mental merupakan bidang yang baru dipelajari. Dalam sebuah penelitian pada 5000 orang Norwegia, dipelajari kejadian depresi, cemas dan gangguan bipolar pada kelompok orang yang mengkonsumsi makanan tradisional dibandingkan kelompok yang mengkonsumsi makanan yang sudah diproses atau fast food.

Makanan tradisional yang dimaksud dalam penelitian ini adalah makanan yang minim pengolahan secara kimia dan kaya nutrisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian depresi, cemas dan bipolar lebih rendah pada kelompok makanan tradisional. Walaupun penelitian menunjukkan adanya hubungan antara makanan dengan kesehatan mental, namun masih belum diketahui secara jelas mekanisme yang menyebabkannya.

Kesehatan mental merupakan keadaan multifaktor dan memerlukan sebuah penanganan yang terintegrasi. Dalam mencari solusi dari masalah mental diperlukan berbagai intervensi dari berbagai faktor. Selain pengobatan, pengaturan pola hidup yang lebih sehat juga dapat dicoba. Solusi ini adalah solusi yang murah namun berpotensi membantu penanganan berbagai gangguan psikiatri.(**)

sumber klikdokter

Masa Sidang Ke III Legislator Marlesi Jemput Aspirasi Konstituen Dapil II

Kupas News, Bengkulu – Memasuki akhir tahun 2022, seluruh anggota dewan provinsi Bengkulu menjalani masa reses. Dimana menyerap aspirasi dan menindaklanjuti aspirasi merupakan perwujudan...

Pembukaan KBN 2022 di Bengkulu Ditandai Peluncuran Logo dan Maskot

Kupas News, Kota Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) 07 membuka secara resmi kegiatan Kemah Bela Negara Nasional (KBN)...

Polda Bengkulu Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Gempa Cianjur

Kupas News, Kota Bengkulu – Ungkapkan rasa turut berduka cita atas musibah gempa yang menimpa daerah Cianjur Jawa Barat, Personil Polda Bengkulu , Jum’at...

Polisi Tangkap Dua Pelaku Curas yang Beraksi di STQ Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Polsek Selebar berhasil menangkap dua dari tiga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada Senin 21...

Lelang Eselon II, 22 Pendaftar Masuk Tahap Seleksi Administrasi

Kupas News, Kota Bengkulu – Proses lelang jabatan pejabat eselon II Pemkot Bengkulu telah memasuki tahapan seleksi administrasi berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Saat ini...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru