oleh

Mengenal “Ekonomi Biru” Dibidang Kelautan

sumber foto: strategi-militer.blogspot.com
sumber foto: strategi-militer.blogspot.com

kupasbengkulu.com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, mengemukakan bahwa konsep ekonomi biru atau blue economy menekankan pentingnya pengelolaan laut berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi kemakmuran rakyat.

“Blue economy telah mendorong tumbuh dan berkembangnya industri baru yang berbasiskan laut,” kata Sharif sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Adapun konsep blue economy ini mampu mengembangkan industri seperti pembangkit listrik tenaga angin dan ombak, penambangan minyak dan gas laut dalam dan dasar laut, perikanan budidaya laut, serta marine biotechnology, ujar Sharif.

Sharif mengatakan bahwa implementasi blue economy di Indonesia meliputi promosi Good Ocean Governance, pengembangan wilayah blue economy, dan model investasi blue economy menuju pengunaan sumber daya alam yang lebih efisien.

“Sebagai contoh kebijakan blue economy yang berhasil diimplementasikan di Indonesia adalah pengembangan wilayah blue economy di Pulau Lombok dan Nusa Penida, bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO),” kata Sharif.

Lebih lanjut Sharif juga menyerukan pentingnya untuk terus menguatkan komitmen bersama dan kerja sama internasional dalam mengembangkan blue economy serta penyusunan panduan dan rencana aksi regional pengembangan Sustainable Ocean Governance.

“Pengalaman menyatakan hanya melalui kerja sama yang erat, sumber daya laut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya melalui investasi dan perdagangan, inovasi teknologi, dan kerja sama antar UKM,” ujar Sharif.

Fokus APEC

Para menteri kelautan beserta pejabat terkait yang mewakili 21 ekonomi Asia-Pasifik sepakat menjadikan Ekonomi Biru alias Blue Economy sebagai fokus utama kerjasama kemitraan APEC.

“Para menteri kelautan merasa terpanggil membentuk kemitraan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, inklusif, dan saling menguntungkan melalui kerjasama kelautan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutarjo, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin.

Kesepakatan Ekonomi Biru sebagai fokus utama, telah tertuang dalam Deklarasi Xainmen yang disahkan pada Pertemuan Keempat Tingkat Menteri Kelautan APEC, di Xiamen, China, beberapa waktu lalu.

China akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Tinggi APEC 2015, setelah Indonesia pada 2014.

Fokus Ekonomi Biru itu dibagi pada tiga aspek, yaitu, “Yang pertama, konservasi ekosistem laut dan pesisir serta ketahanan terhadap bencana alam,” kata Sharif.

Kedua, peran laut terhadap keamanan pangan dan perdagangan yang berhubungan dengan pangan, serta ketiga adalah terkait ilmu kelautan, teknologi dan inovasi.

ANTARA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

thirteen − four =

News Feed