oleh

Mengenal Lebih Dekat dr. Anarulita Muchtar Anggota DPR RI

-PROFIL-4 views

dr Anarulita Muchtar

kupasbengkulu.com, Profil – Mundurnya Rio Capella dari kursi DPR RI setelah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap proses penanganan kasus Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

dr. Anarulita Muchtar yang sebelumnya mendapat suara terbanyak urutan kedua di bawah Rio Capella kini resmi dilantik untuk menduduki kursi DPR RI menggantikan posisi tersebut.

Untuk mengenal lebih dekat dr. Anarulita Muchtar berikut petikan wawancara kupasbengkulu.com bersama dr. Anarulita Muchtar :

Assalamualaikum Bu, apa kabar ?

dr. Anarulita : Wa’alaikum Salam, Alhamdulillah baik.

Bisa jelaskan profil singkat Ibu?

dr. Anarulita : Saya lahir di Jakarta Pusat 9 Juni 1969. Nama suami saya Ir. Sahlan Sirad, menikah dengan beliau bulan Januari 1994. Anak sudah tiga orang, yang pertama laki-laki umur 21 tahun sekarang kuliah di Bandung, yang kedua perempuan lahir tahun 2009 sekarang di salah satu pesantren di Bekasi, yang ketiga perempuan masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Saya dulu mengenyam pendidikan di Taman Kanak-Kanak dan sekolah dasar di Cempaka Ria, Rawa Sari, Jakarta Pusat, SMP 77 Cempaka Putih Jakarta Pusat, SMA 30 Rawasari Jakarta Pusat, kuliah di Universitas Kristen Indonesia jurusan Kedokteran.

Kalau untuk prestasi yang menonjol itu gak ada, cuma saya pernah mendapat juara semasa SMA, sehingga cita-cita saya jadi dokter akhirnya tercapai.

Apa pekerjaan Ibu sebelum bergabung di partai politik ?

dr. Anarulita : Pertama kali tamat kedokteran, saya bekerja di salah satu klinik di Jakarta, pada tahun 2001 suami pindah ke Bengkulu dan saya ikut, saya langsung mutasi pindah ke Bengkulu, terhitung mulai April 2001 s/d tahun 2004, saya bekerja di Puskesmas Suka Raja sebagai Pegawai Tidak Tetap.

Setelah itu saya melanjutkan sekolah mengambil jurusan akupuntur yang khusus dan membuka klinik di jalan Sungai Rupat Pagar Dewa Bengkulu.

Kapan dan apa yang membuat Ibu tertarik untuk bergabung ke politik ?

dr. Anarulita : Semenjak mau pencalonan 2009, karena sering mengobrol dengan orang-orang politik, terus bantu suami juga, kebetulan saat itu ditawari untuk gabung dengan partai politik yang kebetulan juga saya dan suami kenal baik dengan ketuanya, ya saya fikir boleh juga untuk melangkah maju di tahun 2009 sebagai DPRD kota Bengkulu.

Mungkin gini, awalnya saya kan dokter yang suka bantu orang, jadi saya melihat kondisi Provinsi Bengkulu ini yang masih tertinggal dari provinsi lain yang pernah saya datangi, saya jadi iri, jadi dari sinilah saya termotivasi untuk berbuat lebih banyak untuk Provinsi Bengkulu.

Pertama bergabung dengan partai apa ?

dr. Anarulita : PNBK, karena pada waktu pendaftaran ulang tahun 2013 partai PNBK sudah dibekukan, maka saya gabung dengan partai Nasdem. Saat bergabung dengan partai Nasdem saya mencoba mencalonkan diri menjadi Anggota DPR RI.

Bagaimana perasaan Ibu sendiri setelah dilantik dan pertama kali masuk kerja sebagai anggota DPR RI ?

dr. Anarulita : Pertama saya bingung, karena bukan seperti ini yang saya harapkan, yang saya harapkan semua menjadi baik, satu naik saya ikut naik, memang setiap caleg pasti menginginkan kursi, terjun dan bertempur untuk menang, harapan itu memang dapat, cuma harus dengan tragedi sedikit.

Bagaimana tanggapan Ibu tentang kemunduran Rio Capella ?

dr. Anarulita : Sedih, saya berharap adanya putra daerah yang naik dan mengambil peran di pusat ternyata tidak terwujud. Saya juga turut prihatin, saya dilantik atas permintaan orang pusat sesuai dengan prosedur.

Dibandingkan dengan DPRD kota dulu, kerja di DPR RI seperti apa Bu ?

dr. Anarulita : Ya jelas lebih sulit, karena lingkupnya nasional dan satu provinsi, tapi bukan berarti saya bekerja untuk Provinsi Bengkulu saja, karena saya di komisi III jikalau ada permasalahan yang bersangkutan dengan komisi saya, saya harus kesana. Jadi ruang lingkupnya luas tapi Provinsi Bengkulu lebih Khusus .

Pertama kali jadi anggota DPR RI, tugas apa yang Ibu kerjakan?

dr. Anarulita : Ikut Rapat Paripurna tentang undang-undang KPK, perpajakan, penetapan ketua KPK, terus mengurusi masalah kerjasama dengan Vietnam, masalah Pelindo, jadi yang dibahas pada rapat paripurna tersebut merupakan trending topik hari itu. Sedangkan di dalam ruangan kerja setengah dari anggota dewan saya udah kenal, jadi menurut saya nggak asing lagi.

Apa visi-misi Ibu untuk memperjuangkan Provinsi Bengkulu ke depannya ?

dr. Anarulita : Kalau DPR RI itu bekerja sesuai dengan komisi kan, kalo memang ada beberapa hal yang jadi hambatan di Provinsi Bengkulu, saya akan bawa permasalahan tersebut untuk diperjuangkan dan dikawal sampai selesai. Saya juga harus banyak berkoordinasi dengan pakar-pakar yang ada di Provinsi Bengkulu.

Menurut saya, Anggaran Dana Desa itu yang juga harus diperjuangkan, dikawal dan jangan sampai rancu harus sesuai dengan undang-undang. Intinya apapun permasalahan yang ada di Provinsi Bengkulu harus dibawa dan diperjuangkan di pusat.

Apa yang harus diberdayakan di Provinsi Bengkulu ?

dr. Anarulita : Sumber Daya Manusia, karena kalau semua SDM itu tinggi apapun bisa diatasi, baik teori dan doktrin bisa disaring oleh masyarakat. Kalau untuk Sumber Daya Alam Bengkulu sendiri saya yakin masih lumayan.

Harapan Ibu kepada masyarakat kota Bengkulu ?

dr. Anarulita : Kalau aku sendiri ya mohon doa aja, biar pekerjaan yang baru ini lancar, mudah-mudahan tuhan meredhoi, saya juga gak mungkin bisa kerja sendiri harus ada bantuan dari semua pihak, mudah-mudahan cita-cita saya untuk membantu Provinsi Bengkulu ini terwujud di sisa jabatan yang saya pegang.(tin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 − 13 =

News Feed