oleh

Menghilang 50 Tahun, Barong Landong Sambut Kedatangan SBY

Barong Landong kesenian masyarakat Lembak yang siap menyambut kedatangan presiden saat penyelenggaraan HPN 2014 di Bengkulu.
Barong Landong kesenian masyarakat Lembak yang siap menyambut kedatangan presiden saat penyelenggaraan HPN 2014 di Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Barong Landong atau mirip dengan kesenian masyarakat Betawi Ondel-ondel di Jakarta. Kesenian ini tidak muncul hampir 50 tahun lamanya, 2 tahun terakhir kembali diperkenalkan, dan mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah. Bahkan Barong Landong ini beberapa kali tampil dalam memeriahkan Festival Tabot.

Menurut Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu, Drs. H. S. Effendi, MS, pada even Hari Pers Nasional (HPN) mendatang Barong Landong akan menyambut kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bandara Fatmawati Soekarno, 8 Februari 2014.

“Berdasarkan jadwal, Barong Landong akan menyambut kedatangan presiden pada tanggal 8 Februari itu. Tapi saya belum tahu tepat kedatangannya jam berapa, karena jadwalnya masih tentatif,” ungkap Effendi, Minggu (26/1/2014).

Diharapkannya, agar Barong Landong tidak dipentaskan hanya saat menyambut kedatangan presiden, tetapi juga dapat tampil dalam even HPN.

“Kalau untuk acara di Benteng Marlborough belum ada permintaan, seandainya diminta kami siap tampil. Meskipun panitia HPN tidak menyediakan dana untuk Barong Landong, yang penting ada permintaan kami siap menyediakan dana sendiri,” yakin Effendi.

Barong Landong adalah kesenian milik masyarakat Lembak, khususnya Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu. Barong Landong merupakan boneka besar, berpakaian pengantin lengkap dengan sunting (mahkota), tingginya 280 Cm disertai 2 ekor burung sawah berwarna putih.

Saat ditampilkan Barong Landong diiringi musik tradisional yang terdiri dari 5 alat musik, yakni gendang, serunai, redap, klentang dan gong. Effendi menjelaskan, dahulunya Barong Landong ditampilkan saat panen padi dan acara besar.

Di Indonesia, kesenian yang menyerupai Barong Landong selain Ondel-ondel di Jakarta, terdapat juga di Bali yang dikenal dengan Ogoh-ogoh.

Sebelum dipentaskan, masyarakat Tanjung Agung melakukan upacara pelepasan Barong Landong, dengan pembakaran kemenyan dan pemercikan air. Setelahnya Barong Landong diarak keliling kota. Munculnya kembali Barong Landong ini diharapkan dapat menjadi ikon Bengkulu yang mendunia. (beb)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed