oleh

Menjadi Jurnalis Itu Menyenangkan, Lho…

pelatihan
Pelatihan jurnalistik media online kupasbengkulu.com

kupasbengkulu.com – Tugas utama pendidikan bukan hanya mencetak orang, yang memiliki pengetahuan, tetapi membuat orang tahu apa yang harus dikerjakan didunia ini dan tahu cara mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan dalam hidup ini. Itulah sepenggal motivasi yang dapat diberikan kepada peserta pelatihan jurnalistik Media Online kupasbengkulu.com.

Pagi itu, Sabtu (6/9/2014) awan kelam menggelayut di atas langit Kota Bengkulu. Meskipun demikian, tidak menyurutkan belasan siswa tingkat SLTA se Kota Bengkulu, untuk hadir dalam pelatihan Jurnalistik yang diadakan Media Online baru seumur jagung.

Pelatihan yang dibuka secara resmi Komisaris kupasbengkulu.com, Husni Hasanuddin itu terlihat sederhana, di ruang aula kantor yang serba berkecukupan. Kondisi ini terlihat dari ruangan aula berukuran sekitar 6 meter x 5 meter.

Dengan ditemani dua buah kipas berukuran cukup besar yang tertempel di bagian dinding ruang aula. Meskipun demikian, peserta yang hadir tetap bersemangat dalam menerima materi yang disampaikan pemateri dari jurnalis media online nasional, Firmansyah.

Sebelum pelatihan dimulai, dari panitia kupasbengkulu.com memperkenalkan diri kepada peserta, mulai dari General Manager, redaksi, Account Eksekutif dan staf. Begitu juga sebaliknya. Hal tersebut, guna mendekatkan diri kepada peserta yang antusias mengikuti pelatihan.

Dengan ditemani, makanan ringan yang terletak diatas meja peserta. Pelatihan pun dimulai dari tata cara penulisan berita. Ya, mereka menatap satu arah diam disitu untuk waktu yang lama.

Mereka menatap sosok pria dari bapak dari dua orang anak ini guna mendapatkan materi penulisan berita. Dibekali dengan notebook dan infokus satu persatu materi pun disampaikan oleh sosok laki-laki yang gemar fitnes ini.

Beberapa menit berlalu, terlihat seorang peserta menggaruk kepala yang mungkin tidak gatal, adapula berbisik pada teman disampingnya, itulah yang mereka lakukan seolah tak tertarik pada penjelasan lelaki di depan mereka.

Namun, kemudian mereka mulai tertarik pada materi yang diberikan, perlahan mereka mulai banyak tanya, berkomentar. Bahkan sedikit curhat tentang pengalaman menulis dan mengolah website sekolah.

Mereka adalah anak anak dari berbagai sekolah di Kota Bengkulu yang mewakili sekolahnya untuk menjadi peserta pelatihan jurnalistik di kantor kupasbengkulu.com.

“Kami tidak bisa menulis, kami malu kalau tulisan kami jelek,” kata Anak baru Gede (ABG) periang dari SMA Muhammadiyah, Sabtu (6/9/2014).

Penjelasan mengenai cara menulis berita, yang baik dan benar serta asyik yang disampaikan pemateri Firmansyah, akhirnya perlahan membuat mereka mulai memahami dan menyadari bahwa menulis tak sesulit apa yang mereka bayangkan. Media online sebagai media masa depan dengan koneksi pembaca tak terbatas adalah yang selanjutnya disampaikan pada para peserta.

Satu per satu dari mereka mengungkapkan, bahwa selama ini website sekolah mereka tak dimininati dan kurang pengunjung. Sebab isi web sekolah hanya itu itu saja. Bahasa penulisan pun kaku, sehingga tak menarik untuk dibaca.

Menjawab keluhan ini, Firmasnyah selaku pemberi materi menyampaikan cara cara tak biasa untuk membuat suatu berita agar menjadi menarik untuk dibaca.

Ketika diberi games untuk membuat tulisan dari kata yang mereka temukan pada robekan kecil koran, hasilnya sangat mengejutkan. Ternyata anak anak ini mampu membuat tulisan yang baik dan asyik.

“Hari ini kami belajar bagaimana caranya untuk menulis supaya nggak monoton,” tanya Airin, peserta dari SMA Sint Carolus.

“Hari ini saya belajar untuk berani bertanya pada orang,” sambung Habib, peserta dari SMKN 1.

Tak ada lagi garuk kepal, tak ada ngobrol dengan teman sebelah, kini para peserta mulai mengerti dan bersemangat menulis. Berbagai pertanyaan tentang membuat tulisan agar lebih menarik mulai terlontar dari mereka.

“Hari ini tuh ibarat rejeki bagi kami, bisa dapat ilmu bermanfaat secara gratis dari ahlinya,” kata Venia, peserta dari SMAN 5 .

Senyum mengembang terukir di bibir para peserta yang beranjak pulang. Esok hari menanti mereka dengan ilmu baru dan pengalaman baru, karena besok adalah hari pertama mereka mencoba menjejali pasar sebagai seorang jurnalis yang memburu berbagai berita.

Penulis : Evi Valendri, Kota Bengkulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × 4 =

News Feed