oleh

Merdeka Menurut Kamus Bahasa Indonesia

-Tak Berkategori-1 views
Foto monumen pembebasan irian barat/sumber wikipedia
Foto monumen pembebasan irian barat/sumber wikipedia

Oleh: Firmansyah*

Merdeka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa.

Membuka jejaring sosial beragam makna merdeka dimaknai para netizen (masyarakat dunia maya), ada yang bilang jika pulsa, beras, bensin, dan kebutuhan lainnya sudah habis atau mendekati kritis itu belum merdeka namanya.

Kawan-kawan pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) perspektifnya merdeka adalah kebebasan HAM, Pimpinan KPK merdeka katanya bebas dari korupsi, aktifis lingkungan hidup bilang jika tambang, hutan dan kekayaan alam tak diekspoitasi besar-besaran maka itu namanya merdeka.

Itu perspektif berdasarkan latar belakang individu, organisasi dan lembaga. Tak salah.

Namun dalam konteks kemerdekaan Republik Indonesia, pada usia 69 tahun muncul pernyataan dari beragam masyarakat, Kita belum merdeka! Secara de facto (nyata), de jure (konstitusi/hukum) iya tentu Indonesia telah merdeka jika dilihat dari konteks ini, tak ada yang bisa membantah.

Pernah sekali waktu dalam sebuah acara diskusi formal salah seorang mahasiswa mungkin kecewa akibat korupsi akut menyatakan bahwa saat ini Indonesia belum merdeka……kalimatnya menggantung.

Lalu kebetulan saat itu hadir perwira TNI, pernyataan itu langsung disangkal, ia katakan TNI akan selalu siap hidup dan mati menjaga dan mempertahankan kemerdekaan itu.

Beruntung sang mahasiswa rendah hati, ia melanjutkan kalimat menggantungnya itu dengan kata-kata “Indonesia belum merdeka dari korupsi” pernyataan itu membuat perwira tersebut meneguk air liru, entah kecamuk apa yang dirasakannya saat itu.

Namun demikian, saya coba menarik definisi makna merdeka versi KBBI secara garis besar dikatakan bahwa merdeka adalah bebas dan tidak terikat, bergantung, dan mampu berdiri sendiri.

Saat ini sudahkah bangsa ini memenuhi standar dari makna dalam KBBI tersebut? Contoh saja, apakah Freeport yang menguasai gunung-gunung emas di Papua mengikuti keinginan bangsa dimana tempat gunung itu berada? Dari sisi pertahanan apakah pesawat tempur kita asli karya anak bangsa ini? Demikian pula dengan produk hukum apakah tidak terpengaruh dengan kepentingan asing yang targetnya kembali menjajah?

UUD 45 merupakan catatan lengkap dari arti kemerdekaan Indonesia, jika itu berjalan secara benar maka kemerdekaan itu telah kita raih jika belum maka sebaliknya yang terjadi.

Para cerdik pandai negeri ini telah banyak mengemukakan teori dan praktik agar implementasi UUD 45 tersebut terealisasi secara benar namun entah faktor apa sehingga hasil yang didapat dalam keseharian tak sesuai dengan UUD 45.

Pendidikan dan Pemuda
Sekali lagi sejarah mengajari, kemerdekaan NKRI berasal dari perjuangan tanpa lelah para pemuda masa itu, berangkat dari belajar, suka membaca, berfikir, berdiskusi lalu berjuang bersama dilandasi cita-cita sama, kemakmuran dan kedaulatan.

Sejarah merupakan kaca untuk mengingatkan pada masa kini. Oh, bisa jadi medan perang massa kini berbeda dengan medan perang masa lalu? Tentu saja berbeda, namun sudahkah kita mengenali bentuk dan medan perang masa kini?
Secara umum medan perang masa kini sudah dikenali oleh generasi masa kini, namun tetap saja kita seperti lemah untuk beradu “kekuatan” ditengah kondisi generasi kini yang cenderung korup, abai, dan seperti sulit untuk bersatu.

Nilai-nilai adiluhung bangsa tersimpan rapi begitu saja di dalam catatan dan terkunci rapat di dalam perpustakaan ingatan anak-anak bangsa. Tak ada yang bisa membukanya kecuali pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme dan solidaritas sosial. Kalau suah begini merdekakah kita?

*Penulis Warga Bengkulu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seventeen − 10 =