oleh

Merugi, Masyarakat Mulai Beralih ke Gas Elpiji 3 Kg

Merugi menggunakan gas 12 Kg, pedagang mulai beralih ke gas 3 Kg.
Merugi menggunakan gas 12 Kg, pedagang mulai beralih ke gas 3 Kg.

kupasbengkulu.com – Menyikapi rencana kenaikan harga gas elpiji 12 Kg masyarakat mulai beralih menggunakan gas elpiji 3 Kg. Menurut pemilik salah satu pangkalan gas elpiji 3 Kg di Jalan Sutoyo, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Mochtaridi, jumlah pembelian gas mulai meningkat.

Jika sebelumnya, penjualan berkisar 100 tabung gas 3 Kg, kini penjualan meningkat antara 110-120 tabung/hari. Meski demikian, pihaknya masih menerapkan harga lama sesuai spanduk yang terpasang di pangkalan tersebut dengan harga Rp 14.500/tabung. Meski penjualan di warung-warung seharga Rp 17.000/tabung.

Disisi lain, menurut Mochtaridi, masyarakat juga mempertanyakan kebenaran informasi/ rencana kenaikan harga jual gas elpiji 3 Kg untuk mengimbangi harga gas elpiji 12 Kg. Namun menurutnya, pihak agen dan pangkalan belum mendapat informasi resmi dari Pertamina mengenai rencana kenaikan harga tersebut.

“Kalau pembelian cenderung stabil, bahkan mungkin meningkat. Disini tiap harinya penjualan sekitar 100 tabung, tapi nampaknya memang ada peningkatan pembelian sejak naiknya harga gas elpiji 12 Kg beberapa waktu lalu. Tapi stok gas kami masih mencukupi,” kata Mochtaridi.

Terpisah, salah seorang pemilik warung nasi di kawasan Padang Jati, Yulianto mengungkapkan, saat ini pihaknya menggunakan tabung gas 3 Kg untuk memasak.

“Iya, sekarang pakai gas yang 3 Kg, karena harganya lebih murah. Kalau tetap pakai gas 12 Kg pasti tekor, setiap bulannya disini bisa menghabiskan 3 tabung gas elpiji 12 Kg. Jadi kalau dihitung-hitung biaya untuk gas saja hampir Rp 400 ribu,” ujar Yulianto.

“Makanya kami beralih ke gas 3 Kg, memang lebih sering isi ulang tapi harganya tidak begitu mahal. Sehingga kami tidak merugi, karena harga kebutuhan pokok juga naik,” pungkas Yulianto. (beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed