oleh

Minimalisir Golput, MPR RI Gelar Semnas di Kalangan Perempuan

Anggota DPR RI Dapil Bengkulu, Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si, saat membuka seminar nasional peran wanita dalam mensukseskan pemilihan umum di Bengkulu, Kamis (6/2/2014).
Anggota DPR RI Dapil Bengkulu, Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si, saat membuka seminar nasional peran wanita dalam mensukseskan pemilihan umum di Bengkulu, Kamis (6/2/2014).

kupasbengkulu.com – Dalam rangka meminimalisir jumlah kelompok Golongan Putih (Golput) pada Pemilu 2014, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama dengan DPP Pengajian Al-Hidayah Provinsi Bengkulu mengadakan Seminar Nasional (Semnas) Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dengan tema ‘Peran Wanita dalam Mensukseskan Pemilihan Umum’, pada Kamis (06/02/2014) di Krakatau Function Room, Grage Horizon Hotel.

Seminar Nasional ini dihadiri ratusan kaum wanita dari berbagai organisasi kewanitaan di Provinsi Bengkulu.

Dalam acara ini hadir sebagai nara sumber, Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si., anggota MPR RI, Prof. Dr. H. Sirajuddin M, M. Ag, MH., Rektor IAIN Bengkulu, Titiek Kartika Hendrastiti selaku pengamat politik Fisip UNIB, serta Mardensi, S.Ag, Ketua DPP Pengajian Al-Hidayah.

Disampaikan Mardensi, acara semnas empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di kalangan wanita ini, baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Tujuannya adalah agar kaum wanita lebih melibatkan diri dalam pelaksanaan pesta demokrasi ini.

Selain itu, Rully menyebutkan di tengah persiapan menyambut Pemilu 2014 ini banyak sekali tantangan, antara lain meningkatnya Golput dan praktek transaksional ‘wani piro’. Wanita dianggap memegang peranan penting dalam meminimalis hal ini.

“Ini sebenarnya sosialisasi dalam rangka mensukseskan Pemilu. Kita berharap partisipasi dalam Pemilu meningkat. MPR menganggap peranan wanita sangat penting, karena di tengah keluarga mereka memegang peranan dominan,” ujar Rully.

Dalam seminar ini dijelaskan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas. Memilih berdasarkan kualitas, bukan besaran materi.

“Sebagai pemilih kita harus cerdas. Jangan hanya karena uang kita menggadaikan nasib kita selama lima tahun,” ujarnya lagi.

Selain itu ditambahkan Rully, kebanyakan kaum wanita seringkali mengabaikan masalah politik, padahal keberadaan mereka sangat dibutuhkan.

“Terkadang kaum wanita tidak peduli, sehingga hanya sedikit yang datang ke TPS saat Pemilu. Padahal, satu suara mereka sangat berharga dalam menentukan nasib bangsa ini,” kata Rully lagi.

Ditambahkan Rully, kaum wanita ini diharapkan bisa menjadi simpul perubahan, khususnya di kalangan wanita.

“Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, mereka bisa menjadi simpul yang kemudian menyebar sampai ke tingkat paling bawah,” demikian Rully. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed