Beranda HUKUM DAN PERISTIWA Miris, Jelang Hari Buruh Pekerja di Lebong Tewas Tertimpa Longsor

Miris, Jelang Hari Buruh Pekerja di Lebong Tewas Tertimpa Longsor

0
Liu Xui Hui (24), buruh dari PT. Bangun Tirta Lestari Kabupaten Lebong, saat di ruang jenazah RSUD M.Yunus Bengkulu, Kamis (1/05/2014).
Liu Xui Hui (24),  buruh dari PT. Bangun Tirta Lestari Kabupaten Lebong, saat di ruang jenazah RSUD M.Yunus Bengkulu, Kamis (1/05/2014).
Liu Xui Hui (24), buruh dari PT. Bangun Tirta Lestari Kabupaten Lebong, saat di ruang jenazah RSUD M.Yunus Bengkulu, Kamis (1/05/2014).

kupasbengkulu.com – Liu Xui Hui (24), buruh dari PT. Bangun Tirta Lestari Kabupaten Lebong yang bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Mini Hidro (PLTMH), tewas, Rabu (30/4/2014) sekitar pukul 22.01 WIB, karena kecelakaan kerja, satu hari sebelum hari buruh.

Korban yang tercatat Warga Negara Asing (WNA) asal Cina itu meninggal dunia setelah tertimpa longsor saat tengah mengecor dalam terowongan di lokasi pengeboran milik perusahaan. Saat ini jenazah korban telah di ruang jenazah Kamboja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

”Korban meninggal diduga karena tertimpa longsor dan bebatuan setinggi 3 meter disamping terowongan, saat korban tengah mengecor dalam terowongan,” kata Stage Manager, PT. Bangun Tirta Lestari, Karel Jaya Pramana, Kamis (1/D/2014) saat berada di ruang jenazah Kamboja RSUD M Yunus Bengkulu.

Data terhimpun, kejadian yang menimpa korban tersebut terjadi saat tengah mengecor dalam terowongan. Namun, secara tiba-tiba lokasi pengeboran yang berada disamping korban longsor setinggi 3 meter. Longsor tersebut disertai dengan batu yang cukup besar menimpa bagian badan korban.

Disaat itu korban tidak sempat untuk melompat lantaran, longsor dan batu sudah keburu menimpa bagian tubuh korban. Melihat kejadian tersebut, kerabat korban yang berada tak jauh dari korban langsung memberikan pertolongan terhadap korban.

Tidak hanya itu, korban pun langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Muara Aman untuk diberikan pertolongan medis seperti pemberian oksigen, luka lecet dibagian muka serta lainnya. Sayangnya, saat tiba di rumah sakit peralatan medis masih kurang memadai. Sehingga korban mesti di rujuk ke RSUD M Yunus.

Setelah beberapa lama di rawat di RS Muara Aman, kondisi korban semakin melemah. Pihak perusahaan pun memilih untuk membawa korban ke RSUD M Yunus guna memberikan perawatan medis secara maksimal. Sayangnya, sang pencipta berkehendak lain, nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan lagi.

Dikatakan Karel Jaya Pramana, dari pihak perusahaan bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Selain itu, kata dia, korban juga masuk dalam Jamsostek di perusahaan. Sementara untuk jenazah korban akan di kremasi di Bengkulu. Ia menambahkan, pihak keluarga korban dari Cina akan datang ke Bengkulu. Selama menunggu pihak keluarga korban, terang dia, jenazah akan tetap disimpan di ruang jenazah RSUD M Yunus.

”Korban sudah bekerja di tempat kita selama 3 bulan lalu. Jenazah nantinya akan di kremasi di Bengkulu, dan kita saat ini masih menunggu pihak keluarga korban dari Cina yang akan datang ke Bengkulu yang diperkirakan akan tiba 4 hingga 5 hari ke depan,” demikian Karel.(gie)