oleh

Nelayan Bersyukur Diperbolehkan Gunakan Trawl…

Alat tangkap trawl diamankan TNI AL
Alat tangkap trawl diamankan TNI AL

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Nelayan Pulau Baai Kota Bengkulu merasa sangat terbantu dengan adanya Kebijakan Pemerintah Provinsi untuk memberikan toleransi kepada nelayan pengguna alat tangkap trawl bisa beroperasi hingga bulan September 2015.Dengan adanya kebijakan tersebut nelayan dapat mencari nafkah sambil mengumpulkan modal untuk mengganti alat tangkap yang legal.

Ada sekitar 15 Unit kapal nelayan mulai berbenah untuk segera melaut kembali setelah sekian lama sejak adanya pelarangan dan tindakan represif aparat untuk mengamankan penggunan trawl di perairan Bengkulu.

“ada 15 kapal yang akan segera berangkat, kalau ada kebijakan seperti ini nelayan kan terbantu. Jadi kami diberi waktu untuk bisa menganti alat tangkap. kalau langsung dihentikan seperti beberapa waktu lalu kami tidak sanggup. yah meskipun kami lihat di tv nelayan Malabero menolak kebijakan ini” kata Udin salah seorang nelayan.

Menanggapi kondisi tersebut Eddy Prihantono dari Lembaga Pusat Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat Pesisir(LP3MP) mengatakan sudah sewajarnya pemerintah Provinsi maupun Kota Bengkulu memikirkan masyarakat nelayan di Kota Bengkulu.

Meskipun pada posisinya masyarakat nelayan tersebut memang kesalahan telah melanggar peraturan tentang larangan menggunakan alat tangkap trawl, tetapi kelangsungan hidup seluruh masyarakat Bengkulu tetaplah merupakan tanggung jawab pemerintah untuk melindunginya.

“Untuk langsung mengganti alat tangkap yang legal saya rasa tidak dapat segera dilakukan, tentu melewati proses. Adapun Usulan-usulan dinas atau lembaga terkait untuk membantu penggantian alat semuanya membutuhkan waktu. Disamping itu nelayan sendiri juga harus berusaha. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah bagi masyarakat nelayan di Kota Bengkulu” kata Eddy

Menurut Eddy selain membuat kebijakan sementara tersebut, pemerintah juga harus memikirkan kelangsungan perikanan dan kelautan untuk jangka panjang. Mengganti alat trawl menjadi alat tangkap yang legal, tidak serta merta dapat meningkatkan hasil perikanan. Justru penghasilan atau hasil tangkapan nelayan semakin menurun. karena jumlah kapal nelayan yang beroperasi sudah lebih banyak. Walaupun alat tangkapnya legal tetapi jumlah nelayannya banyak tetap saja ikan-ikan akan habis tergerus semua, akibatnya perairan Bengkulu menjadi over fishing.

Untuk itu Eddy berharap kedepan pemerintah dapat mengembangkan perikanan skala besar yaitu penangkapan tuna yang memiliki potensi yang cukup besar.

“Mumpung Bengkulu masih memiliki potensi yang besar dari tunanya. Enggano saat ini sudah dengan pelabuhan samuderanya, listrik dan air bersih disana sangat mendukung. Dengan adanya usaha perikanan skala besar akan menyerap tenaga kerja nelayan ke kapal yang besar dengan hasil yang lebih menjanjikan. Sedangkan jumlah nelayan kecil yang menangkap ikan di pinggiran semakin sedikit, tentu hasil tangkapan mereka juga nantinya meningkat”. Tutup Eddy.(cr12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 4 =

News Feed