oleh

Neraka Tempatnya Penegak Hukum Memenjarakan Pecandu Narkotika

aksi unjuk rasa pecandu narkotika, LSM, dan mahasiswa di Simpang Lima Kota Bengkulu
aksi unjuk rasa pecandu narkotika, LSM, dan mahasiswa di Simpang Lima Kota Bengkulu

kupasbengkulu.com – Ketua Yayasan Kantong Informasi Pemberdayaan Kesehatan Adiksi (Kipas) Bengkulu, Merli Yuanda menegaskan neraka tempatnya bagi penegak hukum yang memenjarakan pecandu narkotika.

Hal ini ia sampaikan saat menggelar unjuk rasa di Simpang Lima, Kota Bengkulu, Kamis (26/6/2014) yang diikuti dari beragam komunitas mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan beberapa orang pecandu narkoba di daerah ini.

“Jaksa dan penegak hukum lainnya, memberikan hukuman kurungan penjara kepada pencandu saya minta, Tuhanlah yang mengatakan nerakalah bagi penegak hukum itu,” kata Merli.

Menurut dia pecandu narkotika merupakan korban justru pengedarlah yang harus diberikan hukuman seberat-beratnya. Ini sesuai dengan UU nomor 35 tahun 2009 tenang narkotika pasal 127 ayat (3) pengguna narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial.

Selain itu Surat Edaran Mahkamah Agung  nomor 4 tahun 2010 mengamanatkan korban narkotika ditempatkan di rehabilitasi medis dan sosial.

Ia melanjutkan, dari data Badan Narokotika Nasional (BNN) tahun 2013 terdapat 3,8 juta hingga 4,2 juta pecandu di Indonesia, 27 persen merupakan kelompok coba pakai, 45 persen kelompok terautr pakai, 26 persen pecandu bukan suntik dan dua persen pecandu suntik.

Ia katakan jika para korban tersebut dipenjara justru menjadikan pelaku tersebut bukan jera.

“Fakta menunjukkan korban pecandu dipenjara  justru semakin menjadi bukan bertaubat tetapi menambah parah si korban itu, artinya penjara bukan tempat yang tepat buat mereka tapi rehabilitasi,” tutup Merli.(kps)

Rekomendasi