oleh

Nikmati Sore Hari di Jembatan Cinta

Jembatan Cinta
Jembatan cinta di Kota Bengkulu

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Sekilas tak ada yang aneh dari jembatan ini, jembatan aspal tersebut hanya jembatan biasa yang melewati muara Pasar Bengkulu. Namun, jembatan ini mempunyai cerita tersendiri dari pelancong yang hanya nongkrong diatas jembatan yang panjang diperkirakan delapan meter lebih tersebut.

Jembatan ini menjadi daya tarik para pemuda dan pemudi untuk sekedar merehatkan diri dipingir jembatan dikala senja menyambut. Saat senja menyambut, berkumpulah para mudi-mudi dari penjuru Kota Bengkulu maupun luar Kota Bengkulu.

Sembari menikmati desiran ombak yang samar-samar terdengar dari ujung samudera serta suara aliran air yang mengalir. Disana juga nampak sawah yang menguning dikala waktu panen datang.

Apabila bosan, pinggiran jalan tersebut juga menyajikan minuman berupa es dogan serta makan pilihan berupa ikan bakar yang sangat enak dinikmati. Serta di ujung tersebut ada arena out boun untuk sekedar latihan fisik.

Di jembatan Cinta begitu orang-orang menyebutnya, anak sekolah hingga mahsiswa bertemu untuk menghabiskan waktu luang. Entah kenapa nama jembatan tersebut diberikan Cinta, namun hanya saja berdasarkan cerita yang pernah didengar orang-orang yang datang kesana untuk saling bertemu dengan pasangnya maupun pacarnya.

Jembatan yang berada di Pantai Kualo, Pasar Bengkulu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu ini, bisa ditempu beberapa menit dari pusat Kota. Jika Sore hari kita bisa melihat kumpulan muda-mudi sedang bercengkrama di pinggiran jembatan yang lebarnya sekitar emapat meter.

Dengan kondisi yang teduh disore hari karena matahari tertutup oleh pohon cemara, kita bisa melihat laju kendaraan yang hulu-hilir. Dengan sensari bergoyong seperti gempa apabila kendaraan besar melintas membuat sensi tersendiri.

Di jembatan itu pula, muda mudi bisa saling kenal satu sama lain. Tak lupa pula, di jembatan tersebut muda-mudi saling bertemu melalui telfon atau semacamnya. Ini juga pernah dialami oleh seorang pemuda seketika bertemu dengan temnnya dan rekannya apabila diwaktu berjanji untuk bertemu.

“Tempat ini muda dicari dan tidak sulit ditemukan, lewat Unib bisa, lewat Kota bisa, lewat jalan Sungai Hitam bisa, apa lagi lewat pantai juga bisa,” ujar mahasiswa Universitas Bengkulu, Andrianto.

Mungkin benar kenapa jembatan tersebut dibilang jembatan cinta. Karena insan yang datang ke lokasi ini bisa bertemu dengan lawan jenis, apakah ia berpacaran atau bertemu saja.

Namun terkadang tempat tersebut juga dijadikan lokasi maksiat pada malamnya. Pada malam tersebut, sama halnya dengan siang hari sering dipadati oleh muda-mudi, tapi bukan untuk menghabiskan waktu.

Mereka melakukan apa yang sepantasnya tak dilakukan orang yang belum terikat janji pernikahan. Mereka seperti tak kenal malu saat pengendara melewati daerah tersebut, saling berpelukan dan lain sebagainya.

Seharus tempat yang seharusnya bisa membuat silahturahi lebih terjalin tersebut tidak dirusak oleh segelintir orang yang tak bertanggung jawab apalagi berbuat sedemikian. Sehingga, pencitraan dan kesucian tempat tersebut tak tercemar di muka masyrakat menybabkan tercoreng daerah tersebut

Penulis : Dodi Irawan, Kota Bengkulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

nineteen − twelve =

News Feed