oleh

Pangan Bengkulu Mulai Bersertifikasi Jelang MEA

Kepala BKP Provinsi Bengkulu, Muslih Z
Kepala BKP Provinsi Bengkulu, Muslih Z

kupasbengkulu.com – Jelang berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai memperketat aturan sejumlah komoditas asli Bengkulu agar memenuhi sertifikasi. Disebutkan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu, Muslih Zaini, beberapa produk yang sudah disertifikasi antara lain jeruk Gerga, kentang merah, salak Pondoh, dan sedang mengupayakan pisang Curup agar segera disertifikasi.

“Kita sudah sertifikasi jeruk Gerga, sudah aman dari kandungan pertisida dan sudah layak untuk dipasarkan ke pasaran yang lebih luas (import). Tahun depan produk tersebut kita beri tanda karena ini adalah produk unggulan daerah agar benar-benar dikenal sebagai milik Bengkulu. Selain itu ada kentang merah, salak Pondoh, dan ke depan akan mengembangkan pisang Curup yang memiliki rasa khas,” ujar Muslih.

Disebutkannya, saat ini pemerintah dalam proses penguatan kelembagaan Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD). Hal ini karena persyaratan di pasaran setiap produk pangan harus memiliki sertifikat dan diberi label. Setiap yang tergabung dalam OKKPD juga harus mengantongi keterangan lulus sertifikasi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian.

“Kita mulai kelembagaannya sekarang. Pergub sudah dibuat, tinggal pengesahan dari pusat saja karena ada pengisian personil. Syaratnya harus ada 1 orang eselon 3, 4 orang eselon 4, dan beberapa tenaga fungsional untuk melakukan sertifikasi,” jelasnya.

Kedepan, target sertifikasi ini akan lebih difokuskan pada para pelaku usaha yang akan memasarkan produknya. Pemerintah juga menekan para petani untuk meningkatkan kualitas pangan dengan mengikuti standar yang ditentukan.

“Agar hasil pangan kita ini bisa masuk supermarket dan bisa dieksport, maka harus jelas asalnya dan terbebas dari zat-zat berbahaya. Ini juga tugas para penyuluh pertanian untuk memeriksa dan memberikan bimbingan. Dengan begini akan lebih mudah untuk bersaing dengan produk-produk dari negara lain terlebih saat MEA 2015 nanti,” demikian Muslih. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 − four =

News Feed