oleh

Pasang Surut Usaha Jamur Tiram di Provinsi Bengkulu

Afriyanto Amran Pengusaha Jamur Tiram

Kota Bengkulu,kupasbengkulu.com  Saat ini usaha budidaya jamur tiram sudah cukup banyak dilakukan oleh masyarakat provinsi Bengkulu, namun sayangnya usaha tersebut masih belum menemukan titik capaian yang memuaskan bagi kebanyakan pengusaha jamur tiram.

Akan tetapi tidak bagi Afriyanto Amran pria 56 tahun asal Kota Bengklu, yang sudah sejak 6 tahun terakhir berprofesi sebagai pengusaha jamur tiram di Kota Bengkulu,  dikatakan oleh Yanto panggilan akrabnya, jika pada dasarnya usaha budidaya jamur tiram memiliki potensi yang cukup menjanjikan jika mampu memahami cara pembudidayaan dan memperhatikan standar dalam pembudidayaan juga, akan tetapi disamping itu juga budidaya ini memerlukan modal yang cukup besar serta harus juga memperhatikan suhu dalam pembibitan sebelum akhirnya memasuki masa panen, namun permasalahan pada umumnya oleh pembudidaya jamur tiram yang ada tidak terlalu memperhatikan hal –hal kecil dan itu berdampak dikemudian hari yang pada akhirnya berujung pada gulng tikar.

“kurang tekun juga menjadi penghambat seperti halnya saat cuaca dalam keadaan panas, itu harus benar – benar diperhatikan, dan jamur harus disiram,sebanyak 3 -5 kali penyiraman, jangn ditunda – tunda jika ingin berhasil tapi kebanyakan ini tidak diperhatikan dan hanya 2 kali penyiraman, dan saat panen juga harus diperhatikan jika sudah panen akar dari bibit harus di perhatikan,” kata Yanto.

Kemudian Yanto juga mengutarakan dalam usaha jamur tiram ini selain ketekunan dan ketelitian, dalam tahap awal, juga harus melihat pasar, jika ingin tetap bertahan dan tetap pada harga yang diinginkan, karena jika tidak memperhatikan pasar maka ia pastikan harga jual jamur tiram dipasaran akan turun.

“Seperti halnya usaha jamur tiram milik saya itu selalu melihat kebutuhan pasar, untuk saat ini dalam satu hari itu saya bisa menghasilkan 30 – 40 Kg per hari dengan harga jual per Kg 18 ribu,jika ditotalkan Rp 15 Juta dalam setiap bulan itu masuk,  tapi dulu pernah mencapai 100 kg per hari dan akhirnya berdampak pada penrunan harga, jadi dari situ juga harus melihat kebutuhan pasar” ungkapnya

Tidak hanya memproduksi jamur yang siap di konsumsi, budidaya jamur tiram milik Yanto yang berada di sekitar Bumi Ayu ini juga siap melayani pemesanan bibit, baik didalam maupun diluar Kota Bengkulu.

“Prinsip kita menjual bibit itu jika sudah siap 80 persen kita akan lepas di pasaran, karena jika bibit belum mendekati 80 persen, kasihan kita dengan yang mau membeli bibit  rugi besar nantinya, ada banyak yang meminati jamur tiram dari kita,hampir di seluruh Provinsi Bengkulu, baik bibit, maupun jamur siap konsumsi,” tandasnya.(nvd)

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed