Pasar Budaya, Saksi Budaya Kaur Tempo Dulu

0
Pelangkin kendaraan tradisional yang dahulunya biasa dipergunakan untuk kendaraan pengantin di Kabupaten Kaur.
Pelangkin kendaraan tradisional yang dahulunya biasa dipergunakan untuk kendaraan pengantin di Kabupaten Kaur.
Pelangkin kendaraan tradisional yang dahulunya biasa dipergunakan untuk kendaraan pengantin di Kabupaten Kaur.

kupasbengkulu.com – Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Kebudayaan menyediakan Pasar Budaya khusus untuk menyimpan berbagai benda budaya tempo dulu dan sekarang.

Di gedung Pasar Budaya, bisa dilihat banyak benda budaya yang biasa digunakan masyarakat Kabupaten Kaur dari dulu hingga sekarang.

“Sekarang sudah ada beberapa benda budaya masyarakat Kabupaten Kaur tempo dulu hingga sekarang masih biasa digunakan oleh sebagian masyarakat yang ada disini,” ujar Kasi Kebudayaan dan Kesenian Hertawansyah, S.Sos Sabtu (15/3/2014).

Adapun benda budaya yang tidak lagi banyak digunakan oleh masyarakat Kabupaten Kaur saat ini yaitu Selepak Bambu yang zaman dulu difungsikan masyarakat sebagai tempat sayur dan gulai, Teleguk atau Tepang yang digunakan untuk mengambil air dari sumur atau danau dan terbuat dari bambu, periuk tanah, Saringan dari Bambu dan masih banyak lainnya.

Peralatan tradisional yang dahulunya dipergunakan masyarakat Kabupaten Kaur.

Di Gedung Pasar Budaya juga terdapat kendaraan yang pada zaman dulu sebelum masyarakat mempunyai mobil. Terdapat kendaraan yang saat itu dinamakan Pelangkin dan gerobak.

“Pada zaman itu pelangkin merupakan kendaraan tradisional sebelum adanya mobil. Saat itu masyarakat yang mempunyai pelangkin merupakan masyarakat yang ekonominya menengah ke atas. Pelangkin ini ditarik menggunakan sapi. Dan biasanya pelangkin dipakai untuk kendaraan pengantin yang akan melangsungkan pernikahan,” terang Hertawan.

Sedangkan gerobak merupakan kendaraan tradisional yang biasa digunakan orang zaman dulu untuk mengangkut barang-barang untuk berdagang, kemudian ditarik oleh kerbau atau sapi. (mty)