oleh

Pasca Tawuran, 25 Pelajar Diamankan

IMG_3469
DIAMANKAN : 25 Pelajar SMKN 2 yang diduga terlibat berhasil diamankan aparat Kepolisian pasca tawuran, Jumat (17/1/2014).

kupasbengkulu.com – Pasca tawuran antar pelajar SMKN 2 dan SMAN 7 Plus Kota Bengkulu. Puluhan aparat kepolisian dari Polda Bengkulu, Polres Kota Bengkulu bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi guna mengamankan lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, sebanyak 25 pelajar yang diduga terlibat tawuran, berhasil diamankan aparat kepolisian berikut dengan sepeda motor yang dikendarainya. Saat ini 25 pelajar telah diamankan di Mapolsek Gading Cempaka.

”Kita sudah mengamankan 25 pelajar SMKN 2 Kota Bengkulu. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kapolres Kota Bengkulu AKBP. Iksyanto Bagus Pramono melalui Kapolsek AKP Mayndra Eka Wardana, Jumat (17/1/2014).

Dari data terhimpun dilapangan, dalam rangkaian lomba pekan raya Jenggalu ke 17 tingkat SMA,SMP se Provinsi Bengkulu SMAN Plus 7 Kota Bengkulu. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut, berupa pertandingan Futsal Jenggalu Cup.

Dalam perjalanan pertandingan Futsal, SMKN 2 Kota Bengkulu bertemu dengan tuan rumah SMAN Plus 7 Kota Bengkulu, yang mana pertandingan tersebut digelar Kamis (16/1/2014) sore di lapangan SMA Plus 7.

Namun, SMKN 2 berhasil di tekuk oleh tim futsal SMAN Plus 7. Sayangnya, kekalahan tersebut tidak diterima oleh pelajar SMKN 2. Saat itu juga terjadi perselisihan antar kedua pelajar tersebut. Sehingga perselisihan dibawa keluar sekolah.

Karena tim futsal dari SMKN 2 diduga masih menaruh dendam dengan pelajar SMAN Plus. Perselisihan berlanjut, Jumat (17/1/2014). Dengan menggunakan fasilitas Hp salah seorang pelajar SMKN 2 mengirimkan Short Message Service (SMS) ke sejumlah pelajar untuk mendatangi SMAN Plus 7. Dalam hitungan menit, ratusan pelajar pun berhasil dikumpulkan.

Tak ingin menunggu lama, dengan menggunakan sepeda motor ratusan pelajar pun menyambangi SMAN Plus. Setiba di SMAN Plus, sekitar pukul 09.01 WIB pelajar SMKN 2 langsung mengepung lingkungan sekolah dari luar.

Tanpa ba..bi..bu..ratusan pelajar SMKN 2 pun langsung melempari kaca sekolah yang diduga menggunakan benda keras. Tak pelak, belasan kaca sekolah pun pecah serta retak seribu akibat serangan pelajar tersebut. Namun, pelemparan pelajar tersebut, pertama kalinya mengenai kaca ruang Perpustakaan. Diikuti dengan belasan kaca ruang kelas.

Tidak hanya itu, salah seorang guru magang dari Universitas Bengkulu (Unib), atas nama Hari menjadi korban pelemparan yang mengenai bagian dagu dan tangan sebelah kanan. Lantaran, Hari saat itu berhasil mengamankan salah seorang pelajar dari SMKN 2. Akibatnya, kejadian tersebut, Hari mengalami luka lecet.

”Lepaskan kawan kami itu,” bentak salah seorang pelajar SMKN 2, cerita Hari seolah-olah meniru ucapan pelajar SMKN 2.

”Kami ini guru, biar kami amankan dulu,” jawab Hari saat kejadian.

Namun, hal tersebut tidak begitu saja diterima oleh pelajar SMKN 2. Sehingga pelemparan pun kembali terjadi.

Sementara, pelajar SMAN Plus 7 yang saat itu tengah istirahat siang. Langsung berhamburan untuk mengamankan diri serta membalas serangan dari pelajar SMKN 2.

Tak ingin, banyak kerusakan dan korban. Pihak sekolah pun langsung menghubungi aparat kepolisian  guna meminta pengamanan di sekolah.  Dalam hitungan menit, puluhan aparat kepolisian pun tiba di lokasi.

”Jangan lari oi, kito disiko bae. Sudah ada Polisi,” ajak salah seorang pelajar SMAN 7, saat kejadian pelemparan.

Setiba, di lokasi aparat yang dilengkapi dengan senjata lengkap langsung mengejar pelajar dari SMKN 2. Seketika itu, ratusan pelajar langsung kocar-kacir menyelamatkan diri. Dengan menggunakan sepeda motornya.

Namun, upaya pelarian pelajar tersebut berhasil dihentikan aparat. Perlahan tapi pasti, satu per satu pelajar pun berhasil diamankan petugas dan langsung di giring ke Mapolsek Gading Cempaka. Setiba di Mapolsek Gading Cempaka, 25 pelajar di kumpulkan di lapangan terbuka Mapolsek untuk dimintai keterangan.

Salah seorang pelajar Ri mengelak, jika dirinya ikut terlibat dalam tawuran tersebut.

”Saat itu kami sedang duduk-duduk minum teh gelas di warung, tapi kami ditangkap polisi,” jawab Ri.

Hingga berita ini diturunkkan, suasana sekolah masih mendapatkan pengamanan dari aprat kepolisian serta anggota Satpol PP Kota Bengkulu.(val/gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed