oleh

Pedagang Golput Jika Atasi Masalah Pasar Selalu dengan Kekerasan

Pedagang Menggelar pertemuan di Pasar Minggu, Jumat (14/2/2014)
Pedagang Menggelar pertemuan di Pasar Minggu, Jumat (14/2/2014)

kupasbengkulu.com – Ratusan pedagang yang tergabung dalam ‘Kelompok Pedagang Pasar Minggu Bersatu’ mengancam akan menjadi Golongan Putih (Golput) atau tak memilih dalam Pemilu 2014 jika Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan tak serius menyelesaikan persoalan pasar yang merugikan mereka sebagai pedagang kecil.

Penyataan itu disampaikan para pedagang saat menggelar rapat di Pasar Minggu untuk mengeluarkan aspirasi mereka. Isak tangis pedagang mewarnai pertemuan tersebut. Para pedagang mengaku sudah tak tahan dengan ulah Satpol PP yang dinilai semaunya dalam melakukan penggusuran.

“Kami ini merasa tertekan dengan Satpol PP. Mereka tidak punya hati nurani. Seharusnya Pak Wali (Helmi Hasan -red) tak perlu turukan Satpol PP yang kasar itu. Pak Wali sendiri datangi kami ke pasar ini,” ujar Ismi, pedagang tempe-tahu, Jumat (14/02/2014).

Diakui Ismi, akibat dari penggusuran ini, dirinya sudah tak mampu lagi membayar kontrakan rumah. Memang Walikota telah menyediakan tempat berjualan, yakni di Pasar Barukoto. Namun diakui pedagang, kondisi Pasar Barukoto saat ini sudah tak mampu menampung jumlah pedagang yang semakin banyak. Selain itu Pasar Barukoto juga dinilai sepi pembeli.

“Kami sudah coba jualan di Barukoto, tapi siatuasinya sekarang sudah tak memadai, pedagang rebutan tempat. Tapi pembelinya sepi. Kami terpaksa harus ‘kucing-kucingan’ dari Satpol PP. Anak saya sekarang sampai putus sekolah gara-gara tak punya biaya. Mana janji Walikota yang katanya mau sejahterakan masyarakat kecil? Sibuk saja bagi-bagi mobil,” tambah Marlini, pedagang sayur.

Disampaikan Iwanto Junaidi, Ketua Kelompok Pasar Minggu Bersatu, dirinya dan ratusan pedagang lainnya akan melakukan golput (golongan putih – red) dalam Pileg mendatang, apabila DPRD atau Walikota tak mampu memberikan penyelesaian yang pro-rakyat kepada mereka.

Dirinya mengaku kecewa dengan sejumlah anggota dewan yang dinilai ‘angkat tangan’ atau diam saja melihat penderitaan masyarakat kecil.

“Kami tidak takut, kami bukan teroris yang harus dikejar-kejar Satpol PP. Kami hanya minta penyelesaian yang pro-rakyat. Kami para pedagang tak segan-segan melakukan golput pada Pileg mendatang,” ujar Iwanto.

“Percuma kami milih-milih anggota dewan. Tidak ada yang membela kami. Masyarakat trauma, mereka enak-enak duduk di ruang AC, tidak ada yang bergerak,” kata Iwanto lagi.

Rencananya, Senin (17/02/2014) kelompok pedagang akan mendatangan Kantor DPRD Kota Bengkulu untuk melakukan hearing. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed