oleh

Pedagang Pasar Panorama sambangi DPRD Kota

cd
Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Perwakilan kelompak pedagang Panorama hearing dengan Komisi III DPRD Kota Bengkulu diruang rapat Ratu Samban gedung dewan.

Kedatangan para pedagang ini terkait masalah Pasar Panorama, Hadir Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, sebagai dinas terkait, Senin (25/04/2016).

salah satu point yang diutarakan para pedagang, meminta pedagang kaki lima yang ada di Pasar Panorama, tidak berjualan di bahu jalan, dan kembali berjualan di dalam pasar.

Anggota komisi III DPRD Kota Bengkulu Indra Sukma mengatakan, perwakilan kelompok pedagang ini meminta, agar secepatnya dilakukan penertiban pedagang yang berjualan dibahu Jalan Kedondong dan Belimbing. Bila dibiarkan berjualan diluar, pedagang yang didalam sepi pembeli.

Selain itu, perwakilan pedagang meminta penjelasant soal rencana pemagaran Pasar Panorama yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu.

“Jangan sampai setelah dipagar nanti, penjual yang diluar Pasar Panorama semakin banyak. Sedangkan yang diluar semakin sepi pembelinya. Jadi harus segera ada solusinya,” jelas Indra.

Bubarkan Forum

Koordinator perwakilan pedagang Pasar Panorama, Yamin Ginting mengatakan, selain masalah pedagang yang berjualan dibahu Jalan Kedondong dan Belimbing. Dirinya juga meminta kejelasan mengenai uang Rp 250 juta, bantuan dari Presiden RI Joko Widodo, untuk Koperasi Panorama Tahun 2014 silam.

Sementara itu, permasalahan lainnya yang ada di Pasar Panorama adalah, Forum Pedagang Pasar Panorama yang saat ini belum bisa membawa apirasi pedagang Pasar Panorama, untuk dapat dibubarkan atau pergantian pengurus, sehingga dapat mewakili aspirasi pedagang.

Usai melakukan hearing, Komisi III Kota Bengkulu akan segera memanggil pihak-pihak terkait, supaya apa yang menjadi permasalah di Pasar Panorama tidak berlarut-larut.

Saat ini Disperindag sedang melakukan sosialisai, terkait pemagaran. Kepada pedagang yang berada di Pasar Panorama, setelah pihak Disperindag siap data, maka barulah kita memanggil ulang pihak terkait.

“Tidak hanya pedagang, Disperindag kota juga akan dipanggil pihak Satpol PP Kota. Dishubkominfo kota, inspektorat kota termasuk Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota yang menangani soal kebersihan,” jelas Indra (Cr3).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed