oleh

Pedagang Tak Terima Lapak Dibongkar Paksa Satpol PP

Pedagang Pasar Panorama tampak bersitegang dengan petugas Satpol PP Kota Bengkulu saat penertiban, Rabu (5/2).
Pedagang Pasar Panorama tampak bersitegang dengan petugas Satpol PP Kota Bengkulu saat penertiban, Rabu (5/2).

kupasbengkulu.com – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Pasar Panorama Kota Bengkulu, tadi pagi (Rabu, 5/2/2014) berakihir ricuh. Pasalnya salah seorang pedagang buah di Jalan Salak Raya Pasar Panorama, Siti Aminah Panjaitan tidak terima lapaknya dibongkar paksa.

Mulanya Satpol PP meminta Siti memundurkan dagangannya sekitar setengah meter dari tempat semula. Siti meminta waktu untuk membongkar lapaknya sendiri, karena lapak tersebut masih dilengkapi payung, lampu dan kabel. Namun, karena dirasa lamban, Kasi Tramtibum Satpol PP Kota, Suardi, SH memerintahkan anggotanya untuk segera membongkar paksa lapak tersebut.

Anggota Satpol PP pun langsung merobohkan payung lapak dan mengangkutnya ke mobil patroli. Tidak terima dagangannya diobrak-abrik, Siti langsung menyampaikan protesnya. Sebab pada imbauan sebelumnya Satpol PP tidak menyinggung perihal penempatan payung.

“Saya sudah membereskan, kalian (Satpol PP) saja yang tidak sabar, semuanya dibongkar. Payung dibongkar, listrik dibongkar. Padahal katanya hanya dimundurkan saja, buah-buahan ini semuanya mahal, makanya harus hati-hati,” ujar Siti emosi.

“Sekarang sudah dihancurkan semua, setelah ini apa solusinya? Dagangan saya kepanasan dan saya rugi banyak. Masyarakat kecil seperti kami selalu ditindas, sementara yang korupsi tidak ditindak,” berangnya.

Sementara, Kastpol PP Kota, Jahin L, S.Sos mengungkapkan gencarnya penertiban PKL dikarenakan untuk menyambut adipura. Sebab pada beberapa tahun terakhir Kota Bengkulu gagal meraih piala adipura.

“Ini dilakukan untuk adipura, salah satu tempat yang disorot untuk penilaian adalah pasar, terkait kerapihan, kebersihan, termasuk keamanannya, makanya kami melakukan penertiban. Kami sudah berulangkali mensosialisasikannya pada pedagang, mereka tetap bandel, ya harus benar-benar ditindak,” tegas Jahin. (beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed