Sabtu, Desember 4, 2021

Pelaku Perampokan di Lembak 50 Persen Anak-anak

Baca selanjutnya

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Edi Suroso, SH.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Edi Suroso, SH.

kupasbengkulu.com- Jajaran Polres Rejang Lebong (RL) tampaknya cukup geram dengan ulah komplotan perampok spesialis di jalan lintas Curup – Lubuk Linggau. Dari informasi yang diperoleh, siang dan malam saat ini seluruh personel Intelijen dan Reskrim dikerahkan dalam rangka penyelidikan pengungkapan identitas para pelaku perampokan. Alhasil, Polres RL telah mengantongi 45 nama perampok yang diduga kerap beraksi di kawasan itu.

Kapolres RL, AKBP. Edi Suroso, SH, mengatakan, sejumlah nama tersebut merupakan komplotan perampok yang beraksi dengan berbagai modus. Seperti diketahui belakangan ini aksi perampokan dilakukan dengan beberapa modus operandi, salah satunya ranjau paku.

“Mereka yang teridentifikasi itu semuanya pemain lama. Mereka adalah orang asli wilayah setempat. Pelaku yang merampok motor atau merampok mobil menggunakan ranjau paku adalah sama. Kini mereka beraksi sesuai situasi dengan memantau korban yang lalai,” beber Edi, Selasa (21/01/2014).

Ironisnya, ungkap Edi, sebagian besar dari nama yang teridentifikasi tersebut masih tergolong remaja dan anak-anak. Rata-rata diantara mereka berusia 14-22 tahun. Jika dipresentasikan, jumlah pelakunya anak-anak mencapai 50 persen.

“Kita sebenarnya juga tidak percaya. Tapi itulah kenyataannya hasil lidik. Sekarang mereka bisa bersantai di rumah. Ketika suntuk, mereka keluar lalu berkumpul dan merampok. Orang tuanya, ada juga yang sebagian terlibat. Tapi ada juga yang memang tidak sadar dengan kelakuan anaknya,” ujar Edi.

Saat ditanya, apa tindakan kepolisian? Edi menegaskan perlu cara yang tepat untuk menangkap para pelaku kejahatan ini. Diakuinya, penanganan kejahatan di kawasan Lembak perlu cara khusus agar tidak menimbulkan trauma di tengah masyarakat.

“Untuk mengambil tindakan, kami tidak boleh gegabah. Harus dicari cara yang paling tepat. Seiring waktu, kami terus melakukan penyelidikan perkembangan komplotan ini. Bila kita salah mengambil tindakan, hasilnya akan semakin runyam. Seperti kita ketahui, kesadaran masyarakat untuk menegakkan hukum di daerah itu sangat kecil. Mereka menilai tindakan kepolisian untuk menegakkan hukum di kawasan itu merupakan tindakan kejahatan. Itulah masalahnya saat ini,” ungkapnya. (one)

OJK Tetapkan Modal Inti Minimum Bank Bengkulu Sebesar Rp3 Triliun

Kupas News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan aturan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Kelonggaran ini diberikan kepada setiap Bank Pembangunan Daerah (BPD),...

Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Barang Sitaan

Kupas News – Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis pagi (2/12/2021) melakukan pemusnahan...

Aksi Demo Warga Tuntut Bupati Mian Tutup PT. Pamor Ganda

Kupas News – Usai beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT. Pamor Ganda tidak membuahkan hasil, akhirnya warga Desa Pasar Ketahun, Lubuk Mindai, dan...

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Terbaru