oleh

Pembagian BLA Tak Manusiawi

Cucu Syamsudin
Cucu Syamsudin

kupasbengkulu.com – Akademisi Ilmu Sosial dan Politik Universitas Bengkulu, Cucu Syamsudin menyebutkan pembagian “Bantuan Langsung Allah” atau apapun namanya jika dibagikan serentak dengan peserta ribuan tak manusiawi dan mendidik.

Ia mengatakan pembagian BLA tersebut layaknya zakat fitrah ada dua jenis zakat fitrah dalam bentuk konsumtif dan produktif.

“Pembagian dengan jumlah puluhan ribu itu terbilang zakat konsumtif, kenapa tidak dilakukan zakat produktif saja dengan modal yang katanya sampai Rp 500 juta itu,” kata Cucu.

Ia menegaskan zakat konsumtif sebaiknya diberikan untuk manula. Jumlah tersebut bisa dibagi kata dia misalnya Rp 100 juta untuk para manula sedangkan sisanya untuk zakat produktif yang didata oleh tim bentukan pemerintah.

“Meskipun misalnya zakat produktif gagal namun setidaknya masyarakat sudah mulai tahu apa kelemahan jika mereka mulai belajar berbisnis, saya heran mengapa Pemkot membagikan uang seperti itu dengan ribuan orang itu tak manusiawi dan mendidik,” bebernya.

Ia juga menyinggung program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) menurutnya ide program tersebut cukup baik apabila dijalankan dengan komitmen dan evaluasi.

“Kenapa dana tersebut tidak dibagikan layaknya Samisake untuk mengajari masyarakat belajar menjadi wiraswasta, kegagalan pasti ada namun setidaknya ada pembelajaran yang didapt masyarakat dalam hal ini,” jelasnya.

Ia berharap kedepan tidak adalagi pembagian bantuan dengan cara massa seperti itu. Jika ingin dilakukan cukup gunakan perangkat ketua Rukun Tetangga (RT).(kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed