Sabtu, Desember 4, 2021

Pembangunan Gudang Logistik BPBD Tiga Tahun Terbengkalai

Baca selanjutnya

TERBENGKALAI : Bangunan Logistik BPBD di RT 18 Kelurahan Bumi Ayu, sejak 3 tahun terakhir tidak terakhir. Tampak, Camat Selebar menunjukkan foto bangunan yang terbengkalai, Selasa (28/1/2014).
TERBENGKALAI : Bangunan Logistik BPBD di RT 18 Kelurahan Bumi Ayu, sejak 3 tahun terakhir tidak terakhir. Tampak, Camat Selebar menunjukkan foto bangunan yang terbengkalai, Selasa (28/1/2014).

kupasbengkulu.com – Dua unit bangunan gudang logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, yang telah dibangun sejak tiga tahun lalu di RT 18 Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.  Diatas lahan seluas 20 x 40 meter tersebut menyisakan masalah.

Bangunan yang didirikan diatas lahan milik warga RT 18 Kelurahan Bumi Ayu itu, atas nama Irman Suwadi tersebut sama sekali belum ada proses ganti rugi dari BPBD Provinsi Bengkulu. Bahkan, saat pembangunan, pemilik lahan hanya diberi uang muka sebesar Rp 1 juta.

“Bangunan itu sudah berdiri sejak tiga tahun lalu. Tapi, proses ganti ruginya belum ada sama sekali kepada saya,” kata Pemilik lahan bangunan Logistik, RT 18 Kelurahan Bumi Ayu,  Irman Suwandi, Selasa (28/1/2014).

Ia menambahkan, sebelumnya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sudah ada kesepakatan atas proses ganti sebesar Rp 40 juta. Namun, biaya ganti rugi tersebut tentunya jika akan dilanjutkan maka biaya proses ganti rugi diminta ditambahkan sesuai dengan harga tanah di tahun ini.

“Waktu itu lahan saya itu mau diganti rugi sebesar Rp 40 juta. Tapi, saya minta harganya  untuk dinaikkan kisaran Rp 60 juta sesuai dengan harga tanah tahun ini,” jelas  Irman.

Sementara itu, Camat Selebar,  Karnadi, S.Sos mengakui, jika bangunan logistik BPBD Provinsi Bengkulu dua unit tersebut terbengkalai. Bangunan yang sudah dikerjakan sekitar 75 persen tersebut, saat ini sudah mulai rusak dan tidak terawat.

Ia mengharapkan, jika bangunan tersebut memang tidak ingin dilanjutkan pembangunannya, maka dari warga setempat bisa memanfaatkan bangunan tersebut untuk kegiatan kemasyarakatan, keagamaan serta kegiatannya lainnya.

“Bangunan itu sudah tidak terawat lagi. Kalau tidak ada kejelasan lebih baik bangunan itu dialihfungsikan saja, agar bia dimanfaatkan warga untuk kepentingan bersama,” demikian Karnadi.(gie)

OJK Tetapkan Modal Inti Minimum Bank Bengkulu Sebesar Rp3 Triliun

Kupas News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan aturan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Kelonggaran ini diberikan kepada setiap Bank Pembangunan Daerah (BPD),...

Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Barang Sitaan

Kupas News – Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis pagi (2/12/2021) melakukan pemusnahan...

Aksi Demo Warga Tuntut Bupati Mian Tutup PT. Pamor Ganda

Kupas News – Usai beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT. Pamor Ganda tidak membuahkan hasil, akhirnya warga Desa Pasar Ketahun, Lubuk Mindai, dan...

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Terbaru