oleh

Pembangunan Talud Pelabuhan Linau Merusak Lingkungan

-Tak Berkategori
Pengecekan talud di Kaur
Pengecekan talud di Kaur

Kaur, kupasbengkulu.com – Pembangunan talud pemecah ombak di Pelabuhan Linau Kabupaten Kaur meresahkan warga sekitar. Pasalnya, pembangunan tersebut dinilai merusak lingkungan.

Diketahui, dalam membangun talud kontraktor dengan sengaja mengeruk tepian pantai, sehingga membentuk siring besar persis di pinggir jalan.

“Sebelumnya tidak ada lobang di sana. Sekarang setelah dibangun talud mengapa tambah rusak. Di tepian talud dikeruk hingga membuat lubang besar yang menganga persis siring. Akar pohon-pohon di tepi pantai terlihat jelas dan tanahnya mulai tergerus akibat hujan,” ujar anggota DPRD Kaur, Najamudin, Rabu (04/05/2016).

Saat ini pembangunan talud di Pelabuhan Linau sudah selesai, dan masih dalam masa pemeliharaan selama 180 hari. Oleh sebab itu DPRD Kabupaten Kaur dalam hal ini komisi II dan III meninjau lokasi pembangunan talud dan meminta pihak kontraktor menimbun lobang yang menganga di dekat jalan lintas barat tersebut. Diperkirakan lobang dekat talud tersebut mencapai kedalaman dua meter lebih, dan lebarnya kira-kira lima meter lebih.

Menurut Najamudin, apabila semakin lama dibiarkan pohon-pohon di sekitar lokasi tersebut bisa mati. Lebih jauh keadaan ini akan berdampak pada jalan lintas. Apabila berdampak fatal pada aset negara, maka jelas ini menyalahi aturan.

“Kami tidak akan membiarkan siring besar tersebut menganga karena akan berakibat fatal. Apapun alasannya harus ditimbun dan disejajarkan dengan tanah, di mana pohon dan kayu di tepi pantai tersebut tumbuh,” lanjutnya.

Saat bertatap muka dengan anggota DPRD, Purba yang merupakan kontraktor pembangunan talud di Kantor UPP kelas III Bintuhan Desa Linau mengatakan pihaknya telah menjalankan pembangunan tersebut sesuai gambar dan RAB.

“Di gambar seperti itu, dan untuk penimbunan lobang itu juga tidak ada dalam RAB. Kondisi berbentuk siring memang desainnya begitu sesuai dengan kontrak. Kalau untuk pembenahan dan perapian tetap dikerjakan. Dan untuk penimbunan itu akan dikompromikan dulu dengan pimpinan,” pungkas Purba. (mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *