oleh

Pemerkosa Yuyun dihukum 10 Tahun, PSI Meradang

Partai Solidaritas Indonesia
Partai Solidaritas Indonesia

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI), Isyana Bagoes Oka, bersama Bendahara Umum, Suci Mayang Sari, hari ini bertolak ke Bengkulu terkait putusan kasus Yuyun, di mana pemerkosa dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. PSI menilai putusan terhadap pelaku pemerkosa Yuyun ini tidak setimpal dengan perbuatan yang telah mereka lakukan.

“Dengan tegas kami menyatakan menolak putusan tersebut. Hukuman 10 tahun untuk pelaku tidak setimpal dengan perbuatan mereka. Kasus ini merupakan puncak kejahatan kekerasan seksual yang terjadi,” kata Isyana, Kamis (12/05/2016).

Di samping itu, Isyana juga menegaskan pihaknya mendukung wacana Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang diharapkan dapat meminimalisir kekerasan terhadap perempuan nantinya. Dia mengingatkan kepada perempuan agar jangan mau diklasifikasikan sebagai makhluk kelas dua, karena menurutnya hal ini menjadi daya dorong meningkatnya angka kekerasan seksual terhadap perempuan.

“Kami mendorong RUU PKS segera dibahas oleh DPR dan pemerintah, karena saat ini RUU PKS sudah ada dalam Prolegnas namun belum ada perkembangan. Ini akan kita giring terus. Saat ini kita harus mendorong pola pikir masyarakat dan merubah mindset anak bangsa, dengan meningkatkan pendidikan dan tidak menganggap perempuan sebagai objek semata, sehingga perempuan tidak dianggap sebagai warga kelas dua yang bisa dilakukan semena-mena,” tandasnya. (cr5)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed