oleh

Percobaan Bunuh Diri Biasanya Dilakukan Hingga Empat Kali

Hendri (Psikolog)
Hendri (Psikolog)

kupasbengkulu.com – Aktifitas yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri baik secara gantung diri, menyiletkan nadi, minum racun dan sebagainya merupakan penyebab kelainan jiwa. Pelaku bunuh diri biasanya, bisa melakukan percobaan bunuh diri hingga 4 kali.

“Biasanya, rata-rata kalau orang bunuh diri itu sampai empat kali, pertama biasanya coba-coba lalu gagal, begitu juga seterusnya hingga ke empat ia berhasil melakukannya,” kata Psikolog Hendri.

Dikatakannya, kasus ini sering ia temukan pada pelaku bunuh diri yang pernah ia tangani sebelumnya, baik masalah ekonomi, keributan dalam rumah tangga, dan masalah lainnya. Sehingga pelaku bunuh diri, selalu gelap mata ketika masalah tersebut tak bisa diselesaikan dengan hati yang jernih.

“Kegiatanya atau aktifitasnya sehari-hari seperti layaknya orang melakukan aktifitas seperti biasanya, namun orang sekitar tidak mengetahui permasalahan mereka” ujarnya.

Dilanjutkannya, sebaiknya pelaku bunuh diri tersebut tidak menutup segala permasalahan yang dihadapinya. Sehingga, permasalahan tersebut bisa dibagi-bagi pada orang lain.

“Ya paling tidak si pelaku ini bisa menceritakan permasalahannya kepada orang lain agar isi dalam hatinya bisa lebih tercurahkan kepada orang, sehingga beban dalm hatinya bisa berkurang,” ucapnya.

Tak hanya itu, pelaku harus lebih mendekatkan diri kepada tuhannya karena kepada tuhanlah manusia bisa meminta dan pengaduan selama hidup di dunia.

“Kalau orang Islam sebaiknya shalat dan berdoa serta mengadukan hal ini kepada tuhan karena keimanan manusia yang bisa meruntuhkan pikiran yang negatif seperti halnya bunuh diri tersebut,” pungkasnya.(cr3)

Rekomendasi