oleh

Perkuat Ekspor ke Korea, Indonesia Manfaatkan ASEAN-Korea Centre

 Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi didampingi Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Iman Pambagyo dan Direktur Kerjasama Bilateral Syamsul Bahri Siregar menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan KIM Young-sun, di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (14/02).

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi didampingi Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Iman Pambagyo dan Direktur Kerjasama Bilateral Syamsul Bahri Siregar menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan KIM Young-sun, di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (14/02). (Foto : Istimewa)

kupasbengkulu.com– Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak memimpin delegasi Indonesia di The 6th Annual Meeting of the Council of the ASEAN-Korea Center (AKC) yang berlangsung pada 13-14 Februari 2014, di Seoul, Korea Selatan.

“Indonesia akan memanfaatkan ASEAN-Korea Centre yang terdiri dari tiga pilar kegiatan, yaitu perdagangan dan investasi (trade and investment chapter), budaya dan pariwisata (culture and tourism chapter), hubungan masyarakat dan informasi (public relations and information chapter), agar Indonesia dapat mengambil manfaat dari keterbukaan pasar Korea yang lebih terintegrasi yang pada akhirnya dapat memperkuat kinerja ekspor Indonesia di pasar Korea,” ungkap Nus.

Nus juga menyampaikan, “Program AKC, terutama pilar perdagangan dan investasi telah memberikan kontribusi dan manfaat bagi perdagangan dan investasi Korea ke Indonesia dan Indonesia ke Korea. Ke depannya diharapkan dapat dilakukan penajaman terhadap kegiatan AKC guna meningkatkan utilisasi ASEAN-Korea FTA sehingga mampu meningkatkan kinerja ekonomi antara negara anggota ASEAN dan Korea.”

Menurut Nus, AKC telah melaksanakan 23 program kerja di tahun 2013 dan program kerja ini akan lebih diintensifkan pada tahun 2014, bahkan ditambahkan program khusus guna memperingati lima tahun berdirinya AKC dan peringatan ulang tahun ke-25 terbentuknya ASEAN-Korea Dialogue Partnership.

“Untuk tahun anggaran 2014, kontribusi Pemerintah Korea untuk program-program AKC ini meningkat 10%, mencapai KRW Rp 6,6 miliar atau senilai USD 6,254 juta”, ungkapnya.

“Indonesia akan terus berperan aktif dalam program kegiatan AKC dan memanfaatkannya secara optimal guna meningkatkan daya saing produk-produk unggulan dan potensial Indonesia, seperti furnitur, tekstil, makanan dan minuman olahan; serta kulit dan produk kulit sehingga mampu bersaing di pasar Korea dan kawasan ASEAN, serta meningkatkan kapasitas sumber daya baik UKM maupun aparat Kementerian Perdagangan,” jelas Nus.

Guna mencapai tujuan tersebut, lanjut Nus, AKC diharapkan tidak hanya fokus pada upaya meningkatkan kapasitas produsen atau eksportir melalui pameran, kunjungan perdagangan dan investasi, serta pertukaran budaya, tetapi juga meningkatkan kapasitas UKM dan pemangku kepentingan.

”Hal ini antara lain dapat dilakukan melalui diseminasi informasi mengenai akses pasar, pelatihan atau workshop bagi UKM dan pemangku kepentingan di Indonesia, serta penyusunan strategi promosi ekspor untuk produk-produk Indonesia,” imbuhnya.

AKC merupakan pusat kerja sama ASEAN-Korea (trade & investment, tourism & culture, public relations & information) yang aktivitasnya dibiayai oleh Republik Korea dengan prioritas kerja untuk penguatan hubungan ekonomi, investasi, budaya dan pariwisata antara negara-negara anggota ASEAN dan Korea, pengembangan UKM, peningkatan kemampuan wirausaha di kawasan, serta kemampuan sumber daya manusia Trade Promotion Organization (TPO) di negara anggota ASEAN.(**)

Sumber : Kemendag

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed