oleh

Perubahan Kawasan Hutan Tembus 2.192 Ha

Ilustrasi : Istimewa
Ilustrasi : Istimewa

kupasbengkulu.com – Perubahan peruntukan kawasan hutan menjadi areal peruntukan lain di Provinsi Bengkulu diperkirakan telah mencapai seluas 2.192 Hektare (Ha). Hal ini disampaikan Dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (Unib), Dr. Ir. Wiryono, M.Sc, saat Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Kedutaan Besar Norwegia di salah satu Hotel Berbintang di Kota Bengkulu, Selasa (25/2/2014).

Dijelaskan Wiryono, hutan lain mejadi Areal Peruntukan Lain (APL) sekitar 399 Hektare (Ha), HPT menjadi APL dengan luas sekitar 1.453 Ha, HP menjadi APL sekitar 390 Ha. Sementara APL menjadi hutan sekitar 101 Ha.

”Pengurangan luas kawasan hutan yang disetujui oleh Menteri Kehutanan diperkirakan mencapai seluas 2.091 Ha,” kata Wiryono, Selasa (25/2/2014).

Lanjut dia, kawasan hutan di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu seluas 924.631 Ha. Dari jumlah tersebut, terdapat hutan konservasi seluas 438.095 Ha, hutan lindung 250.750 Ha, hutan produksi 210.916 Ha.

Namun, kata dia, dari luas hutan di Bengkulu tidak sedikit kepala daerah merasa bahwa kawasan hutan, terutama kawasan lindung menghambat pembangunan ekonomi. Hal ini ditandai dengan, beberapa bupati dan Gubernur Bengkulu yang telah mengajukan permohonan revisi kawasan hutan pada Kementerian Kehutanan, untuk diubah peruntukan kawasan hutan menjadi areal peruntukan lain.

”Akibat dari hal itu, tentunya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir meningkatkan suhu atmosfer (H2O, CO2, CH4,N2O,O3,CFCs), suhu udara di atmosfir bumi menjadi lebih panas, dapat mengubah iklim,” jelas dia.

Terkait hal tersebut, tambah Wiryono, masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu perlu merehabilitasi hutan yang sudah rusak, terutama untuk kepentingan sendiri. Tidak perlu mengandalkan mekanisme perdagangan karbon untuk merehabilitasi hutan.

Selain itu, untuk meningkatkan penyerapan karbon dari atmosfer perlu dilakukan penanaman sebanyak-banyaknya pohon di luar kawasan.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed