oleh

Petani Kopi di Kaur Mengeluhkan Turunnya Harga

-Tak Berkategori-2 views
foto : istimewa
foto : istimewa

kaur, kupasbengkulu.com– Masyarakat yang berkebun kopi di Kabupaten Kaur mulai meresahkan turunnya harga kopi di daerah tersebut. Pasalnya turunnya harga kopi ini tidak sebanding dengan mahalnya harga bahan pokok di pasaran saat ini.

Seperti dituturkan salah satu petani kopi dari Desa Tanjung Ganti, Kecamatan Maje, Hermen, bahwa masyarakat setempat sangat mengharapkan awal panen kopi ini bisa menunjang kehidupan mereka.

Penurunan harga kopi, jelas dia, terjadi sejak beberapa minggu lalu. Biasanya, masyarakat menjual biji kopi kering seharga Rp 20 ribu per kilogramnya, tapi sekarang harga jual menjadi Rp 18 ribu per kilogramnya.

“Kalau harganya turun, ya jelas kita kecewa. Karena tidak sebanding dengan harga bahan pokok yang saat ini masih mahal, seperti beras per kulaknya Rp 35 ribu atau per kilogram nya Rp 12 ribu,” keluh Hermen.

Penyebab turunnya harga kopi ini, tambah dia, belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Diakuinya, memang ini biasa terjadi, saat hendak panen harga kopi turun. Apalagi saat hendak membawa hasil panen kopi ke penampung ada biaya tambahan.

“Biasanya membawa hasil panen kopi ke penampung kami menyewa ojek, upahnya bisa Rp 1000 per kilogramnya,” keluhnya lagi.(mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 − 4 =