oleh

Petani Minta Gubernur dan Walikota Terbitkan SK Pupuk Bersubsidi

Hamparan tanaman padi ini membutuhkan pupuk bersubsidi, namun terkendala SK Gubernur dan Walikota.
Hamparan tanaman padi ini membutuhkan pupuk bersubsidi, namun terkendala SK Gubernur dan Walikota.

kupasbengkulu.com – Para petani di Kelurahan Dusun Besar dan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu meminta Gubernur serta Walikota Bengkulu untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2014.

“Sudah sekitar satu bulan kami tak bisa membeli pupuk bersubsidi di toko, dengan alasan distributor belum menerima SK Gubernur dan Walikota,” keluh petani di Kelurahan Dusun Besar, Ibnu Hafaz, Minggu (19/1/2014).

Ia menjelaskan, lebih dari 100 hektar tanaman padi berusia 15 hari sampai satu bulan terpaksa belum dipupuk karena petani tidak bisa membeli pupuk bersubsidi.

“Kami tidak mampu membeli pupuk non subsidi karena hanganya sangat mahal. Misalnya pupuk urea non subsidi isi 50 kilogram dijual mencapai lebih dari 200 ribu rupiah, sedangkan harga bersubsidi 110 ribu rupiah,” katanya.

Bila tanaman padi tidak dipupuk dalam minggu ini, kata Ibnu, maka petani akan menderita kerugian karena hasil panen diperkirakan akan menurun hingga 25 persen.

“Bila Gubernur atau walikota tak bisa menerbitkan SK, kami sarankan Kepala Dinas Pertanian mengeluarkan surat agar pupuk bersubsidi bisa dijual dengan jumlah terbatas karena keadaannya sudah darurat,” harap Ibnu. (adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed