oleh

Petugas Penanganan Flu Burung dan Rabies Butuh Asuransi

petugas sterilisasi Flu Burung Asuransi
petugas sterilisasi Flu Burung

kupasbengkulu.com – Saat ini Provinsi Bengkulu dinyatakan endemik rabies maupun flu burung. Di Kota Bengkulu sendiri tiap tahunnya terjadi kasus flu burung yang menyebabkan kematian ribuan unggas. Sedangkan untuk kasus rabies, meski tidak begitu banyak namun tetap terjadi. Kasus rabies terbanyak terjadi di Kota Bengkulu pada tahun 2012 yang mencapai 35 orang terkena gigitan anjing.

Dengan endemiknya rabies maupun flu burung itu tentu memerlukan penanganan yang serius oleh para petugas yang berpengalaman di bidangnya. Karenanya, Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kota mengusulkan agar petugas Paricipatory Disease Surveillance Response (PDSR) maupun tim penanganan rabies untuk mendapatkan asuransi, sebagai jaminan keselamatan mereka ketika bertugas.

Berdasarkan penjabaran laporan realisasi APBD Kota tahun 2013, diketahui anggaran pengadaan sarana penanganan dan penanggulangan flu burung sebesar Rp 178,7 juta dan yang terealisasi sebesar Rp 168 juta.

Sementara untuk penyuluhan flu burung dan rabies anggarannya sebesar Rp 180 juta. Kepada kupasbengkulu.com, Kepada Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kota, Ir.Arif Gunadi menuturkan, anggaran tersebut memang dirasa cukup untuk penanganan dan penyuluhan flu burung dan rabies, tetapi tidak untuk keselamatan kerja para petugas.

“Kalau untuk flu burung sarana dan prasarananya memang tidak banyak, karena mobil operasional, alat semprot sudah ada. Jadi anggaran itu untuk membeli disinfektan dan rapit tes saja, tapi kalau asuransinya belum termasuk disitu, makanya untuk tahun berikutnya kami mengusulkan asuransi untuk petugas,” kata Arif, Sabtu (5/7/2014).(beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed