oleh

Petugas Razia “Perambah” TNBBS

-Tak Berkategori
photo.php
BAKAR : Inilah salah satu pondok yang diduga masuk kawasan TNBBS.

kupasbengkulu.com – Ratusan aparat gabungan Polres Kaur, Polhut, Satpol PP dan Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merazia puluhan masyarakat yang tinggal didalam kawasan tersebut, beberapa pondok dibakar petugas.

Ketua Badan Pengurus Harian, Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Bengkulu Defri, membenarkan kejadian itu, hasil laporan warga yang berada di lokasi setidaknya empat rumah milik warga masyarakat adat dibakar petugas gabungan.

“Mereka melakukan pembakaran pada gubuk dan kebun warga yang berada di dalam kawasan padahal warga itu adalah penduduk suku marga semende, asli dari dalam kawasan itu,” kata Defri, Minggu (22/12/2013).

Defri melanjutkan, hingga kini razia masih dilakukan petugas sempat terjadi perlawanan di lokasi. Ia menceritakan sejarah suku marga semende telah lama menempati wilayah itu jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Warga itu menempati lokasi itu sejak tahun 1819 pada masa penjajahan lalu pada tahun 1943 warga pindah ke lokasi lain karena terjangkit wabah penyakit menular,” beber Defri.

Pada tahun 1997 keturunan suku marga semende kembali menetap di wilayah itu, tetapi pada tahun 1982 pemerintah telah menetapkan daerah itu sebagai kawasan taman nasional.

Defri berharap pemerintah dapat mengambil kesimpulan meskipun wilayah tersebut taman nasional namun akses masyarakat adat tetap dihormati karena hal ini diatur dalam UU.

Pak Midi salah seorang masyarakat setempat menolak mereka dikatakan perambah hutan karena menurutnya lokasi tersebut telah lama mereka tempati jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Kami tidak merambah hutan, kami hanya menempati wilayah kami yang diwariskan secara adat dan turun temurun,” tutup Midi.(kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *