oleh

Plasma PT MSS Diduga Fiktif

Seluma, kupasbengkulu.com – Lahan Plasma perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Mutiara Sawit Seluma (MSS) diduga fiktif. Pasalnya hingga saat ini plasma tersebut hanya sebatas janji kepada masyarakat sekitar perusahaan.

“SK Bupati Seluma mengenai plasma itu sudah ada, namun lahan plasma yang katanya seluas 225 hektare itu masih digarap perusahaan dan tidak ada kompensasi kepada masyarakat,” ujar warga Desa Talang Sali, Kecamatan Seluma Timur, Harmazan, kepada kupasbengkulu.com, Jumat (03/06/2016).

Tidak hanya itu, menurutnya lahan enclave seluas 4 hektare yang sebelumnya merupakan Desa Lubuk Dedap, juga belum ada realisasi oleh perusahaan. Di samping itu masyarakat juga dibuat risih dengan adanya portal jalan oleh perusahaan di lokasi yang dibangun Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) tahun 2010 lalu.

“Kami minta ganti rugi lahan makam eks Desa Lubuk Dedap. Kalau tidak ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan. Kemudian soal portal, itu jalan TMMD yaitu dari Desa Simpang Seluma Utara, Talang Sali Seluma Timur, hingga ke Desa Pagar Kecamatan Ulu Talo sepanjang 17 KM, bukan jalan perusahaan,” urainya.

Dia menjelaskan progress awal Hak Guna Usaha (HGU) PT MSS seluas 4.200 hektare, namun dipotong lokasi lahan lapangan tempur 210 hekatare, lokasi trans 200 haktare, Desa Simpang Seluma Utara 86 haktare, Air Teras 96 haktare, dan Desa Bunut Tinggi 15 hektare.

“Persoalan ini tidak akan selesai apabila pihak pemda dan dewan terkesan tutup mata,” keluhnya.

Konflik agraria antara masyarakat dengan perusahaan di Kabupaten Seluma memang masih kerap terjadi. Seperti di antaranya PT Agri Andalas dengan masyarakat Desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo, PT SIL dengan masyarakat Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi, dan PT MSS dengan masyarakat Desa Talang Sali Kecamatan Seluma Timur. Hingga berita ini diturunkan, pihak PT MSS belum berhasil dikonfirmasi. (sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed