oleh

PT IPC dan Tenaga Listrik Bengkulu Teken MoU

Provinsi Bengkulu mempunyai PLTA Musi Ujan Mas, yang pasokan listriknya malah dipakai provinsi tetangga.
Provinsi Bengkulu mempunyai PLTA Musi Ujan Mas, yang pasokan listriknya malah dipakai provinsi tetangga.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dengan PT. Tenaga Listrik Bengkulu, terkait rencana kerjasama pembangunan dan pengoperasian power llant serta fasilitas pendukung lainnya di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

“Kesepakatan ini merupakan wujud dukungan Pelindo terhadap percepatan proyek-proyek strategis pemerintah, diharapkan dapat memberikan solusi nyata kepada aktivitas berbagai industri, terkait secara sinergis,” kata Dede R Martin, Plt Direktur Utama Pelindo di Bengkulu, Senin (18/04/2016).

Kesepahaman kerjasama ini juga sebagai bentuk dukungan program listrik 35.000 MW listrik untuk Indonesia yang dijalankan PT PLN maupun mitra-mitra PT PLN, sebagai independent power producer (IPP).

Presiden Komisaris PT Perusahaan Listrik Bengkulu, Petrus Halim mengatakan, proyek ini proyek berbahan baku batubara, yang akan menghasilkan tenaga listrik berkapasitas 2×100 MW.

“Dua unit pembangkit listrik akan mulai dibangun pada 2017 dan ditargetkan beroperasi pada Februari 2020. Kita akan bekerja secepat mungkin, agar dapat terwujud lebih awal,” ungkap Petrus.

Semua perizinan sedang diurus. Ini merupakan proyek jodoh, sinergis antara pelabuhan dan listriknya, sehingga optimis ekonomi Bengkulu pasti naik dengan adanya pembangkit ini.

“Pembangunan pembangkit listrik 200 MW di Jawa tidak akan terasa, tapi jika di Bengkulu akan membawa dampak ekonomi yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengakui, jika selama ini listrik menjadi persoalan di daerah ini. Padahal keberadaanya sangat penting terutama untuk membangun investasi daerah.

“Gubernur dan bupati sangat mendukung dengan adanya pembangkit listrik, dan berharap ini adalah tahap satu dan akan ada pembangunan pemangkit listrik tahap dua dan tiga,” kata Ridwan.

Gubernur berharap pembangkit listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik di daerah, tapi juga akan terkoneksi ke jaringan listrik Sumatera Bagian Tengah dan Sumatera Bagian Selatan.

“Jika nanti Pulau Jawa dan Sumatera terkoneksi, maka Bengkulu akan ikut berkonstribusi untuk kebutuhan listrik di Pulau Jawa,” pungkasnya.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed