oleh

Realisasi APBD Provinsi Bengkulu Naik 8,55 Persen

SAMBUTAN : Gubernur Bengkulu menyampaikan kata sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bengkulu, Dalam Rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Bengkulu tahun anggaran 2013, Kamis, (5/6/2014).
SAMBUTAN : Gubernur Bengkulu menyampaikan kata sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bengkulu, Dalam Rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Bengkulu tahun anggaran 2013, Kamis, (5/6/2014).

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, mengatakan, pengelolaan APBD Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2013 per 31 Desember 2013, sebesar Rp 1.696.369.921.111,81 atau sebesar 100,91 persen. Sementara belanja dianggarkan 1.922.413.632.975,00, terealisasi sebesar Rp 1.727.462.061.723,53 atau sebesar 88,88 persen. Dengan jumlah bruto sisa lebih perhitungan APBD tahun anggaran 2013 sebesar Rp 210.243.896.472,54. (baca juga : Pendapatan Daerah Naik Rp 84,6 Miliar)

”Realisasi keseluruhan pendapatan daerah tahun anggaran 2013 mencapai 100,91 persen dari target yang telah ditetapkan dalam APBD,” kata Junaidi, Senin (23/6/2014) saat paripurna menghadiri Paripurna di DPRD Provinsi Bengkulu.

Junaidi menjelaskan, target anggaran 2013 Rp 1.681.001.571.691,00 dari angka tersebut realisasi sebesar Rp 1.696.369.921.111,81. Namun, kata Junaidi, jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya (2012) maka pada tahun anggaran 2013 terjadi peningkatan sebesar Rp 133.844.525.851,62 atau naik sebesar 8,55 persen.

”Terdapat peningkatan pendapatan asli daerah dalam waktu kurun waktu 3 tahun terakir rata-rata peningkatan sebesar Rp 9,14 persen,” jelas Junaidi.

Peningkatan tersebut, tambah Junaidi, disebabkan karena seluruh sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memberikan kontribusi peningkatan dari tahun sebelumnya. Mulai dari pendapatan pajak daerah sebesar 6,45 persen, pendapatan retribusi daerah 61,00 persen, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 56,05 persen serta PAD yang sah sebesar 6,59 persen.

”Dari jumlah belanja sebesar Rp 1.727.482.061.723,53 atau sebesar 89,86 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD, menunjukkan konsistensi pemerintah dalam penerapan prinsip efisiensi tahun anggaran 2013 sebesar Rp 159.667.676,296,10,” tambah Junaidi.

Junaidi menjelaskan, angka perhitungan APBD secara keseluruhan, untuk pendapatan Rp 696.369.921.111,81, belanja Rp 1.727.482.061.723,53. Dari angka tersebut, mengalami defisit Rp 31.112.140.611,72. Sementara penerimaan pembiayaan Rp 241.356.037.084,26, pengeluaran pembiayaan Rp 31.112.140.611,71. Dengan sisa lebih perhitungan Rp 210.243.896.472,54.

Selain itu, kata Junaidi, per 31 Desember 2013 terdapat saldo dari RSUD M Yunus sebesar Rp 2.403.391.778,00, RSJKO sebesar Rp 4.216.258.801,00, serta adanya hutang bagi hasil pajak kepada pemerintah kabupaten/kota tahun anggaran 2013 dan hutang pada pihak ke III sebesar Rp 43.956.369.597,44.

”Adanya upaya yang sungguh-sungguh dari aparatur untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan konsitensi dalam penerapan kebijakan APBD. Yaitu, prinsif kehati-hatian dan efesiensi sebesar Rp 159.667.876.296,10,” demikian Junaidi.(gie)

dishubkominfo (1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed