oleh

Rendra: Saya Punya Bukti Penyaluran Dana Hibah Tidak Sesuai APBD

Rendra Ginting
Rendra Ginting

kupasbengkulu.com – Anggota DPRD Kota Bengkulu, Rendra Ginting meyakinkan bahwa ia mempunyai cukup bukti yang dapat memperkuat dugaan pemotongan dana hibah untuk rumah ibadah pada tahun 2013 lalu. Rendra pun bersedia memberikan bukti berupa kuitansi penerimaan dana hibah milik salah satu gereja di Kota Bengkulu. Hal itu dilakukan untuk menanggapi permintaan pihak Pemda Kota yang disampaikan oleh Kabag Humas Pemda Kota, Salahuddin Yahya, S.Ag, M.Si beberapa waktu lalu.

“Kalau tidak punya bukti tidak mungkin saya bicara ini di media, kalau ditanya bukti saya punya bukti berupa kuitansi penerimaan dana hibah di salah satu gereja. Antara kuitansi dan buku APBD jauh sekali bedanya, sebab dalam APBD dianggarkan Rp 30 juta, sementara yang diterima hanya Rp 10 juta,” papar Rendra, Senin (7/7/2014).

“APBD merupakan produk hukum, apabila realisasinya tidak sesuai dengan yang tercantum di dalam APBD patut dipertanyakan. Apalagi sampai mengurangi dana bantuan, tapi dalam laporan dinyatakan sama seperti yang tercantum di APBD, maka itu adalah pelanggaran. Uang sisanya itu dikemanakan?” tanya Rendra.

Dalam APBD tahun 2013, dana hibah tersebut berada dalam pos anggaran di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DP2KA) Kota. Sedangkan penyalurannya ditangani langsung oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemda Kota.

Diketahui bahwa dana hibah pada tahun 2013 sebesar Rp 11,1 miliar. Dana itu terbagi-bagi untuk yayasan pendidikan, pengamanan Pemilu, organisasi kepemudaan, tempat ibadah dan lainnya. Untuk tempat ibadah anggarannya bervariasi antara Rp 5 juta hingga ratusan juta rupiah.

Seperti untuk Masjid Kebun Dahri yang dianggarkan sebesar Rp 50 juta, untuk Masjid Al Amin Rp 70 juta yang rencananya akan dialokasikan untuk pembelian karpet. Tercatat pula dana hibah untuk masjid At Taqwa Anggut, yakni sebesar Rp 50 juta yang untuk pembelian karpet dan Rp 150 juta untuk Thafiz Alquran.

Masjid lain yang mendapat penganggaran yang lumayan besar adalah Masjid Al Amanah di Kelurahan Betungan Rp 100 juta, Masjid Asabirin Kelurahan Kandang Limun Rp 20 juta, Masjid Baitul Makmur Kelurahan Jalan Gedang Rp 20 juta, Mushola Al Kadar Rp 20 juta. Ada pula Masjid At Taqwa Hibrida Ujung Rp 15 juta, Masjid Al Hidayah Rp 70 juta, Masjid Taqwa Bentiring Rp 35 juta, serta Masjid Al Ikhlas di Jalan Samsul Bahrun Gang Meranti, Kelurahan Bentiring Rp 45 juta.

Sedangkan tempat ibadah lain adalah gereja. Ada 4 gereja yang mendapat penganggaran yang kini realisasinya dipersoalkan, yakni Huria Kristen Indonesia Resort Bengkulu Rp 30 juta, Gereja Pantekosta  Indonesia Jemaat Kota Bengkulu Rp 30 juta, Gereja Batak Karo Protestan Bengkulu Rp 30 juta dan Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Sion Rp 20 juta.(beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed