oleh

Ridwan Mukti Jadi “Ayah Asuh” Bujang Gadis Bengkulu

Ridwan Mukti beserta istri dan Bujang Gadis Bengkulu
Ridwan Mukti beserta istri dan Bujang Gadis Bengkulu

kupasbengkulu.com – Ayah Ridwan dan Bunda Lili, demikianlah sapaan hangat yang dilontarkan Ikatan Bujang Gadis Bengkulu kepada Calon Gubernur Bengkulu 2015, Dr. H. Ridwan Mukti beserta isteri Hj. Lili Martiani. Keakraban di antaranya kian terlihat ketika Ridwan Mukti mengundang puluhan Bujang Gadis Bengkulu untuk berbuka puasa bersama di salah satu restoran di Kota Bengkulu.

Sudah lama Ridwan Mukti memiliki keinginan untuk lebih dekat dengan Ikatan Bujang Gadis Bengkulu. Dirinya merupakan sosok pemimpin yang sangat mengagumi anak muda yang kreatif, mandiri, mampu berinovasi, serta memiliki kemauan keras untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.

Disebutkan Ridwan Mukti, dirinya merasa haru dan bangga atas perjuangan Bujang Gadis Bengkulu selama ini. Dalam kondisi yang bisa dikatakan jauh dari “sentuhan” perhatian pemerintah, mereka tetap mampu mempertahankan eksistensi dan tetap berkarya.

Dituturkan Ketua Ikatan Bujang Gadis Bengkulu, Romeli Santiago Abas, dirinya merasa tersentuh mendapat perhatian yang luas biasa dari seorang tokoh berdarah Bengkulu, Ridwan Mukti. Selaku “anak asuh” Ridwan Mukti, Bujang Gadis Bengkulu berupaya keras untuk mewujudkan cita-cita Ridwan Mukti mengangkat potensi Bengkulu hingga nasional maupun internasional.

Disebutkannya, dalam dua tahun terakhir, Bujang Gadis Bengkulu tak memiliki kesempatan untuk mengikuti ajang promosi wisata di sejumlah tempat. Hal ini dikarenakan masalah finansial yang mendera. Beruntungnya, berkat support Ridwan Mukti, tahun ini Bujang Gadis Bengkulu akan berangkat ke Bali guna menghadiri acara promosi wisata di sana.

“Seperti yang sudah-sudah, di tahun 2012 lalu ketika Bujang Gadis Bengkulu akan mengikuti konferensi dan expo di tingkatan duta budaya dan pariwisata se-Indonesia, semua anggota bergabung mencari upaya untuk berangkat, seperti tiket dan lainnya melalui aksi kuliner. Kami berjualan gurita saus tiram secara door to door, dari kantor ke kantor. Kami tidak mendapat support dari pemerintah. Alhamdulillah waktu itu kami berhasil berangkat dan bersuara di nasional, dan Ikatan Bujang Gadis Bengkulu menjadi pengurus pusat di Ikatan Duta Budaya dan Pariwisata se-Indonesia,” cerita Romeli.

Mendengar cerita penuh haru dari Ikatan Bujang Gadis Bengkulu inilah yang kemudian menggerakkan hati Ridwan Mukti yang kemudian bersedia mendanai kegiatan Bujang Gadis Bengkulu selama promosi wisata di Bali.

“Saya melihat Ikatan Bujang Gadis Bengkulu ini penuh kreativitas, mereka bisa berekspresi tanpa perlu dibimbing. Mereka memiliki inisyatif untuk membangun komunitas tersendiri sehingga kita harus mengapresiasi,” papar Ridwan Mukti

Menurutnya salah satu tujuan bernegara adalah membentuk dan membangun masyarakat sosial yang memiliki kreativitas dan semangat juang yang tinggi. Kebanggannya terhadap Bujang Gadis Bengkulu karena mereka mampu mempertahankan eksistensi tanpa bantuan penuh pemerintah.

“Secara formal seharusnya mereka dibantu. Tapi mungkin kebijakan pemerintah daerah sekarang sedang fokus pada pembangunan, pemberantasan kemiskinan, dan persoalan lainnya sehingga Bujang Gadis Bengkulu ini belum masuk prioritas. Kita perlu memberikan pemahaman bahwa perjuangan yang mereka lakukan adalah perjuangan yang baik sehingga jangan pernah ada kata mengeluh.

“Insyaallah nanti di kemudian hari bukan hanya pemerintah, namun juga pihak swasta turut berpartisipasi membantu mereka. Saya mungkin sebagai salah satu ‘ayah’ yang bersedia, tapi kita mencari ‘ayah’ yang lain untuk bersama-sama membantu anak muda yang penuh kreativitas ini,” lanjutnya.

Ridwan Mukti berharap nantinya Ikatan Gadis Bengkulu menjadi pemimpin yang lebih baik di kemudian hari. Tugasnya sebagai “ayah” hanyalah memberikan pemahaman dan pengalaman sebanyak-banyaknya agar menjadi generasi tangguh yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kalau sekarang saya bisa jadi Bupati, kenapa tidak nantinya mereka bisa jadi pemimpinyang lebih tinggi lagi. Tak ada yang mustahil suatu hari nanti salah satu dari mereka bisa menjadi Presiden,” tandasnya. (val/Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed