oleh

Rupiah Melemah, Dinilai Masalah Penawaran dan Permintaan

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Terkait fenomena nilai tukar rupiah yang akhirnya tembus pada level 13.000 per Dollar AS beberapa waktu lalu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu Fauzi Nugroho menilai permasalahan Dollar ialah permasalahan penawaran dan permintaan (Demand and Supply) dan ada kecenderungan sentimen pasar.

“Sekarang indeks harga saham gabungan (IHSG)di Bursa Efek Indonesian (BEI) melemah pada level 5.448. Melemahnya rupiah terhadap dolar AS adanya motivasi transaksi dan spekulasi transaksi, tetapi kita sebagai masyarakat biasa tidak ada efek terhadap melemahnya rupiah terhadap dollar AS,” ungkap Fauzi, saat diwawancara kupasbengkulu.com, Kamis (05/03/2015).

Melemahnya rupiah terhadap dollar AS, menurut Fauzi, selalu ada dua sisi.

“Sisi yang pertama ini sebuah keuntungan bagi pengusaha eksportir, dan sisi yang kedua suatu kerugian importir,”ujar Fauzi.

“Selain itu, melemahnya laju rupiah juga dikarenakan beberapa faktor. Ada faktor sentimen politik, hukum, dan ada sentimen sosial dan budaya. Faktor-faktor itu juga bisa sangat mempengaruhi kepada IHSG yang berdampak pada melemahnya rupiah. Dan ini inilah menariknya ilmu sosial selalu berkembang bukan seperti ilmu eksak,”kata Fauzi.(vee)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 × 1 =

News Feed