oleh

Rusak Kebun Perusahaan, 10 Orang Warga Bengkulu Selatan Diamankan Polisi

Barang bukti tanaman sawit yang diduga dicabut oleh para pelaku.
Barang bukti tanaman sawit yang diduga dicabut oleh para pelaku.

kupasbengkulu.com – Diduga merusak kebun sawit milik perusahaan perkebunan PT Japtropa di Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis (19/6/2014) sekitar pukul 10.00.WIB, sebanyak sepuluh orang warga Kabupaten Bengkulu Selatan dilaporkan oleh Satpam perusahaan tersebut, Ali Usman (71) warga Jalan A. Yani, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan ke aparat kepolisian.

Alhasil, sepuluh warga yang diduga melakukan pencabutan sebanyak 30 batang pohon sawit ini, masing-masing, Dulamit, Dukiman, Marus, Marun, Asdani, Sudir, Sidan, Yadi, Dalan, dan Kadri, saat ini diamankan di Mapolres Bengkulu Selatan.

Dituturkan Ali Usman kepada penyidik Polres Bengkulu Selatan, sepuluh orang warga Desa Karang Cahyo ini saat kejadian mendatangi lokasi perkebunan milik PT Jatropa, lalu merusak tanaman sawit di lokasi lahan Blok M milik PT Jatropha. Aksi pengerusakan ini sempat disaksikan oleh dua orang satpam perusahaan yang bertugas saat itu, yaitu Eko Sono (45) dan Iskandar (40).

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Abdul Muis SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Farouk Oktora, membenarkan adanya laporan mengenai pengerusakan tanaman sawit milik PT Jatropa di Kecamatan Ulu Manna.

Saat ini, jelas Farouk, sepuluh orang itu sudah dimintai keterangannya, dan para terduga pelaku mengaku bahwa lahan sawit di blok M tersebut merupakan milik para terduga, dan belum diganti rugi oleh perusahaan perkebunan tersebut.

“Ketika penyidik menanyakan bukti kepemilikan lahan kepada sepuluh orang warga tersebut, mereka tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikannya. Karena itulah sepuluh orang ini untuk sementara kami tahan guna proses lebih lanjut,” ungkap Kasat.

Ditambahkan kasat, sementara pihak dari PT Jatropa mengaku sudah membayar ganti rugi kepada pemilik lahan tersebut.(tom)

Rekomendasi