oleh

Sanggar Donga Cinga Akan Tampilkan Karya Batu dan Benalu

Penulis cerita Batu dan Benalu, Yusni Hidayat.
Penulis cerita Batu dan Benalu, Yusni Hidayat.

kupasbengkulu.com- Setelah berhasil menampilkan beberapa karyanya di seni teater. Kali ini, Sanggar Donga Cinga, pada hari Jumat 28 Februari 2014 kembali akan mementaskan karya seni yang berjudul Batu dan Benalu di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu.

Dituturkan penulis, Yusni Hidayat, batu dan benalu ini menampilkan 5 karakter perempuan yang mengisahkan kegundahan, dan kekecewaan perempuan. Di tengah hidup yang semakin keras atas segala keinginan, atas segala kepintaran, atas canggihnya teknologi, atas segala fasilitas yang diciptakan sendiri. Dan makna bahwa perempuan memiliki keinginan, dan kepribadian sejak lahir yaitu kodrat.

“Dan kita dikejar oleh keinginan-keinginan itu,” tambah Yusni, Minggu (26/01/2014).

Dalam pementasan yang disutradarai Swen Dewa ini, juga akan mengungkap perempuan yang dikejar-kejar segala persoalan. Misalnya, perempuan yang ingin lebih hebat dari laki-laki, sehingga berlomba-lomba menunjukkan kemampuannya.

“Tapi juga akan ditampilkan sisi perempuannya, yang mana mengalami goresan luka dan penyesalan seorang perempuan. Melalui karya ini kami ingin perempuan-perempuan mampu memaknai perempuan yang sesungguhnya, menurut adat, budaya, agama dan bangsa,” ujarnya.

Selain akan dipentaskan di Taman Budaya, rencananya karya ini juga akan di pentaskan di Kabupaten Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, dan akan ditampilkan HUT Mukomuko.

Disayangkannya, dukungan pemerintah dalam perkembangan seni teater ini masih sangat minim. Sering, saat akan membawa karya ini ke pentas nasional tidak mendapatkan dukungan.

“Kalau hal itu hanya sekedar ingin agar kami tidak berkarya atau tidak berkesenian oleh pihak tertentu itu hal yang salah. Dengan niat baik kami tetap berkarya,” tutupnya.(coy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed