oleh

Sanggar Jessica, yang Muda Berkreasi untuk Budaya Bengkulu

Para penari Sanggar Tari Jessica, tetap mencintai budaya Indonesia ditengah serbuan budaya barat.
Para penari Sanggar Tari Jessica, tetap mencintai budaya Indonesia ditengah serbuan budaya barat.

kupasbengkulu.com- Ditengah serbuan budaya barat seiring perkembangan teknologi saat ini, Sanggar Tari Jessica hadir untuk tetap mempertahankan kebudayaan daerah agar tidak habis dimakan zaman.

Dituturkan pengelola Sanggar Tari Jessica, Rustam Effendi, bahwa sanggar tari ini hadir sejak tahun 1998 lalu. Keinginannya saat itu, menumbuh kembangkan dan melakukan pembinaan terhadap generasi muda yang ada di Bengkulu.

“Kami ingin anak-anak muda Bengkulu, khususnya para pelajar turut melestarikan budaya Bengkulu khususnya seni tari. Diantaranya, Tari Tabot, Tari Andun, Tari Ganau, dan seni tari lainnya yang ada di Provinsi Bengkulu,” ungkapnya, Sabtu (1/03/2014).

Penabuh dol, alat musik pengiring tarian.
Penabuh dol, alat musik pengiring tarian.

Menurut pria yang merupakan salah satu keturunan keluarga tabot ini, untuk kegiatan latihan dilakukan di sanggarnya yang terletak di Jalan Putri Gading Cempaka No.79 Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu. Latihan sendiri rutin dilakukan seminggu dua kali, setiap Kamis dan Minggu sore.

Berkat kerja keras dan latihan yang dilakukan anak asuh di sanggar, Sanggar Tari Jessica, sering tampil di berbagai kegiatan untuk mempromosikan budaya Bengkulu. Seperti tampil di beberapa event di provinsi yang ada di Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta.

“Saya ingin anak muda tetap berkreasi seiring perkembangan zaman, tetapi tetap mencintai dan mengenal budaya Indonesia,” harapnya.(brm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed