Sabtu, Mei 18, 2024

Sastra Menolak Lupa, Lantas Lupa Atas Kelupaan?

Marsinah

kupasbengkulu.com – 

Kedai Proses salah satu komunitas seniman yang ada di Bengkulu, Sabtu (17/05/2014) menggelar acara yang bertajuk Kedai Proses Bersuara, yang diselenggarakan di Cafe Art, Taman Budaya Bengkulu. Acara ini untuk mengenang empat orang yang tewas karena membela hak-hak manusia.

Kegiatan ini memang digagas demi menolak untuk melupakan kejadian-kejadian tersebut. Orasi mulai dari Ketua Panitia, Eko Patra dilanjutkan dengan seorang perwakilan dari Kedai Proses, yang begitu lantang meneriakkan “Hanya satu kata : Lawan” yang merupakan penggalan dari sajak Wiji Thukul.

Empat orang yang dikenang dalam pagelaran ini adalah, Marsinah (Meninggal 1993) yang tewas karena membela hak-hak sesama pekerja, Munir (meninggal 2004) pahlawan pembela HAM yang paling getol menyuarakan hak manusia, Udin wartawan (tewas 1996) yang meninggal karena dianiaya orang tak dikenal, usai memberitakan tentang kasus suap Bupati Bantul saat itu dan terakhir adalah Wiji Thukul (menghilang sejak 1998) yang dinyatakan hilang, usai kerap menyuarakan kritik lewat tulisan.

Beberapa penampil lain juga menyuarakan hal serupa. Sebut saja, Nurlaili (Lili Taswa) yang membacakan puisi “Mantra” karyanya sendiri, dengan ketus menyatakan bahwa oknum yang menyiksa dan membunuh orang-orang tersebut adalah Jin dan setan.

Dilanjutkan dengan penampilan Denis dari Petak Rumbia yang membacakan “Reportase Puskesmas” sajak milik Wiji Thukul. Dan sebuah pertunjukan lagi yang membuat kupasbengkulu.com benar-benar terkesan adalah ketika salah seorang seniman Bengkulu, Pablo Sayoko (Andong) dengan penuh energi menyanyikan lagu buat Wiji Thukul dan tiga orang lainnya.

Acara yang seharusnya dimulai pada pukul 19.30 WIB, karena hujan yang begitu deras terpaksa dimundurkan penyelenggaraannya. Sayangnya, selain tiga penampilan di atas, kegiatan ini masih nampak seperti acara gembira. Hanya sedikit terpancar ungkapan rasa ingin melawan, dari segenap peserta dan panitia.

Ketua Panitia, Eko Patra menjanjikan masih akan menggelar acara serupa dengan tema berbeda ke depannya.

“Acara seperti ini memang rutin dilakukan oleh Kedai Proses, ke depannya kita akan kembali menggelar acara, dengan tema yang jauh berbeda,” pungkasnya.(vai)

Related

Cerita Ishak dengan Usaha Tahu Rumahan yang Kembang-kempis

Cerita Ishak dengan Usaha Tahu Rumahan yang Kembang-kempis ...

Bupati Kopli Larang Truk Batu Bara Melintas di Kecamatan Pinang Belapis

Bupati Kopli Larang Truk Batu Bara Melintas di Kecamatan...

Manajeman PT. DDP Bantah Telah Terjadi Konflik Agraria di Air Berau Estate

Manajeman PT. DDP Bantah Telah Terjadi Konflik Agraria di...

Bupati Kopli Anshori Hadiri Perayaan HUT Perpusnas RI di Jakarta

Bupati Kopli Anshori Hadiri Perayaan HUT Perpusnas RI di...

Idap Tumor Ganas, Remaja Asal Seluma Ini Butuh Uluran Tangan

Idap Tumor Ganas, Remaja Asal Seluma Ini Butuh Uluran...