oleh

Satu Tahun Tutup, Nelayan Minta Pabrik Es Beroperasi

-Tak Berkategori
Lokasi Pabrik Es di Kaur yang sebelumnya dikelola oleh Koperasi Suka Maju yang bertempat di Desa Sedaya Baru, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, yang sudah tidak beroperasi lagi. (Foto : Menty Saputri)
Lokasi Pabrik Es di Kaur yang sebelumnya dikelola oleh Koperasi Suka Maju yang bertempat di Desa Sedaya Baru, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, yang sudah tidak beroperasi lagi. (Foto : Menty Saputri)

kupasbengkulu.com – Hampir satu tahun pabrik es di  Muara Sambat yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kaur tidak beroperasi lantaran terkendala listrik. Hal ini membuat para nelayan dan pengurus Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merasa kesulitan untuk mendapatkan es balok.

Menurut keterangan Bone sebagai pengurus TPI Desa Pasar Lama sejak tutupnya pabrik es yang dikelola oleh DKP Kabupaten Kaur mereka sangat kesulitan mendapatkan Es balok.

“Saat ini kami menggunakan es dari kulkas. Es kulkas itu kami pesan dari warga-warga yang sudah menjadi langganan kami. Tapi meskipun demikian es balok lebih tahan dari es kulkas biasa,” tutur Bone Jumat (27/6/2014).

Dari sisi harga juga lebih irit es balok, karena es dari kulkas mudah mencair dan tidak tahan lama sehingga secara rutin ikan-ikan yang di es harus diganti es-nya.

Jika dipersenkan es balok lebih irit 30 persen dibanding dengan es kulkas biasa.

Ditambahkannya jika mereka sulit mendapatkan es kulkas ini mereka harus menjual ikan supaya tidak membusuk. Sehingga harga ikan pun terkadang jatuh atau lebih murah. Karena tidak segar lagi.

“Diharapkan kepada Dinas terkait untuk segera mengoperasikan pabrik es balok tersebut,” ujarnya.

Terpisah Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur Ir.Yetminson melalui Kabid Pesisir DKP Fery Ardiyansyah mengatakan masih diusahakan untuk memasukan aliran listrik yang cukup ke lokasi pabrik es.

“Pabrik es ini ditutup disebabkan pengeluaran lebih besar dari pemasukan, karena pengoperasian pabrik ini menggunakan alat genset dengan bahan bakar solar. Saat ini kita masih mengusahakan untuk aliran listrik yang sesuai dengan standard pabrik,” ujarnya beberapa waktu lalu. (mty)