oleh

“Satukan Langkah Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”

Pemateri dalam Seminar Lingkungan Hidup di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bengkulu
Pemateri dalam Seminar Lingkungan Hidup di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bengkulu

kupasbengkulu.com – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2014, pada Senin (23/6/2014) Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota menggelar  Seminar Sehari dengan tema  “Raise Your Voice Not The Sea Level ” (Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim).

Tema tersebut diambil karena sangat relevan dengan kondisi Indonesia, selain sebagai negara kepulauan dengan 13.466 pulau dan panjang pesisir 95.181 Km, sekitar 60 persen penduduk juga bermukim dan menyumbang 6,45 persen Gross Domestic Product (GDP) nasional.

Dalam seminar tampak pula Kepala Dinas BLH Kota, H.Shafwan Ibrahim, SH, Sekretaris BLH, Ir.Eka Rika Rino, MM  dan para peserta yang  terdiri dari para guru Sekolah Adiwiyata, Kelompok Pecinta Alam, Pelaku Wisata Pesisir, LSM Lingkungan, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Kota, Anggota DPRD Provinsi serta awak media.

peserta Seminar menyimak pemaparan pemateri
peserta Seminar menyimak pemaparan pemateri

Seminar tersebut menghadirkan pemateri Yansen, PhD  yang merupakan Dosen Kehutanan Universitas Bengkulu (Unib) dan Ir. Edi Prihantono yang meruapakn mantan Kepala Dinas Perikanan (DKP) Bengkulu. Dalam seminar tersebut juga diberikan penghargaan pada sekolah pemenang Program Adiwiyata.

Ekosistem pesisir di Kota Bengkulu dimulai dari tepi pantai Pulau Baai hinga Sungai Hitam. Diharapkan kawasan tersebut tetap terjaga dan terlindungi, sehingga tidak terjadi perubahan iklim yang mengakibatkan pemanasan global yang akhirnya berdampak pada masyarakat itu sendiri.

“Perusakan mengenai kawasan pesisir menjadi persoalan nasional. Karenanya, kita wajib menjaga kawasan ekosistem pesisir tersebut baik yang terendam maupun yang tak terendam. Ekosistem yang terendam adalah hutan bakau atau mangrove. Pesisir yang mangrovenya sudah menipis, akan menyebabkan  abrasi, biota lautnya pun akan musnah,” jelas Yansen.

Yansen juga memaparkan ekosistem yang tak terendam diantaranya pasir dan cemara laut. Ekosistem tersebut memiliki manfaat yang sangat efektif menahan hantaman Tsunami.

Dalam upaya menjaga dan merawat kelestarian ekosistem pesisir, bukan hanya warga masyarakat pesisir saja yang hanya merawat dan melestarikan ekosistem tersebut, melainkan hal ini membutuhkan banyak dukungan dan upaya dari pemerintah serta semua elemen masyarakat.

Peringatan hari lingkungan hidup tahun ini diharapkan menjadi momentum  pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup secara lebih konsisten dengan komitmen yang lebih tinggi.

Sumber Daya Alam (SDA) yang kita miliki perlu dikelola untuk masyarakat dengan tidak hanya mempertimbangkan generasi masa kini, tetapi juga generasi yang akan datang. Pengelolaan lingkungan hidup mendorong pemanfaatan SDA secara arif.(beb/adv)

Rekomendasi