oleh

Serapan Anggaran Triwulan IV Numpuk

DSC_0231
EVALUASI : Gubernur Bengkulu Senin (23/12) menggelar rapat koordinasi program triwulan IV di aula pola Bappeda dengan SKPD lingkungan Pemprov Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd mengatakan, penyerapan anggaran APBD dan APBN Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan dari tahun 2012. Namun, secara triwulan penyerapan anggaran masih menumpuk di triwulan IV. Hal ini ditunjukkan 40 – 50 persen anggaran harus diserap di triwulan IV.

”Tentu saja itu kurang efektif dan kurang berdaya guna. Karena bila percepatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan fisik pekerjaan baru dilaksanakan pada akhir tahun anggaran, maka masyarakat baru akan dapat merasakan manfaatnya tahun berikutnya.” kata Junaidi, saat rapat koordinasi dan evaluasi program/kegiatan triwulan IV, Senin (23/12/2013) di aula Pola Bappeda.

Junaidi menambahkan, indikator kinerja utama yang ditargetkan dapat dilihat dari angka melek huruf, dari target tahun 2012, 97,17 – 97,93 persen angka tersebut baru tercapai 95,96 persen. Selain itu, angka pengangguran target 2013 sebesar 3,01 –  2,61 persen terhitung sampai Agustus 2013 pencapaian baru 4,7 persen. Sementara, nilai tukar petani ditargetkan 103 – 104 persen baru terealisasi 98,37 persen.

”Indikator kinerja utama yang sulit tercapai angka kemiskinan. Dimana dari target 2013 sebesar 16,00 – 15,09 persen hanya tercapai sebesar 18,34 persen hingga September 2013,” jelas Junaidi.

Disisi lain, dalam meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dalam RPJMB, lanjut Junaidi, Provinsi Bengkulu tahun 2010 – 2015 telah menetapkan 8 prioritas pembangunan, serta indikator kinerja utama.

Adapun indikator tersebut yakni, perekonomian rakyat dan iklim investasi, sumber daya manusia, kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan, revitalisasi pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur dasar, sumber daya alam, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pariwisata, kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi, serta pemerintahan, hukum dan ketertiban umum. Namun, terang Junaidi, dua prioritas capaian kinerja memerlukan kerja keras, seperti sumber daya manusia dan revitalisasi pertanian dan ketahanan pangan.

”Sampai tahun 2013 dari 8 prioritas tersebut, baru 5 prioritas yang tercapai. Mulai dari   perekonomian rakyat dan iklim investasi, infrastruktur dasar, sumber daya alam, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pariwisata, kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi, pemerintahan, hukum dan ketertiban umum,” demikian Junaidi.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed